Rabu, 8 April 2026

Kemenhub Optimistis, BIJB Majalengka Siap Melayani Penerbangan Haji 2018

Hanya saja dalam kunjungan kerjanya tersebut, Bintang melihat bandara seluas 1.800 hektare ini perlu memperpanjang . . .

ISTIMEWA
BIJB Kertajati Majalengka akan menjadi solusi pemecah kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Direktur Bandar Udara pada Kementerian Perhubungan RI, Bintang Hidayat, mengatakan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sangat memungkinkan melayani penerbangan haji pada Juni 2018.

Secara keseluruhan, katanya, pembangunan bandara baik dari sisi darat maupun sisi udara sudah memasuki tahap akhir.

Hal itu disampaikan Bintang di sela kunjungan langsung ke BIJB, Jumat (5/1/2018).

Dalam kunjungan itu Bintang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jabar, Eddy Nasution, Kepala Biro Perekonomian Investasi dan BUMD Pemprov Jabar Muhammad Arifin Soedjayana, Kepala Dinas Perhubungan Dedi Taufik, serta Direktur Utama PT BIJB Vida Dimas Ekaputra.

Baca: Ketua DPD PDIP Jabar Ogah Komentar Soal Pilgub, Ini Alasannya

"Untuk haji, dalam waktu tahun ini sebenarnya sudah bisa dilakukan," kata Bintang melalui rilis yang diterima, Jumat (5/1).

Hanya saja dalam kunjungan kerjanya tersebut, Bintang melihat bandara seluas 1.800 hektare ini perlu memperpanjang runway sampai 3.000 meter dengan lebar 60 meter.

Saat ini runway yang masuk dalam pembangunan sisi udara menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini baru terealisasi 2.500 meter. Adapun komponen lainnya untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendaratan pesawat di bandara sudah dapat dipenuhi.


"Saya inspeksi ke runway yang sudah selesai sepenuhnya seperti lampu dan segala macamnya dengan panjang 2.500 x 60 meter. Lalu ada taxi way dan apron yang juga sudah selesai," ucapnya.

Dia mengatakan, jika BIJB ingin bisa melayani penerbangan haji pada tahun ini, masih ada waktu yang bisa dikejar untuk memperpanjang runway sampai 3.000 meter. Perpanjangan itu bagi dia tidak begitu sulit karena lahan 500 meter yang dibutuhkan sudah dibebaskan Pemprov Jabar.

"‎BIJB untuk pengoperasian haji tentu harus perpanjang runway sepanjang 500 meter. Dalam waktu tahun ini bisa dilakukan (melayani penerbangan haji), hanya perlu empat bulan untuk bisa melakukan (perpanjangan runway) ini. Hanya tinggal siapa yang akan memperpanjang apakah Kemenhub, AP (Angkasa Pura) atau dari APBN. Tapi intinya untuk mengejar waktu haji ini bisa. Lahan juga siap sebenarnya," ujarnya.

Pembangunan sisi darat, lanjut dia, sudah tidak diragukan lagi. Bintang yang melihat area terminal penumpang meyakini bahwa pengerjaannya bisa selesai di awal tahun ini. Pembangunan terminal yang masuk dalam sisi darat, sampai 31 Desember 2017 progresnya sudah mencapai 85 persen.

Baca: Ini Target Victor Igbonefo Gabung dengan Persib, Bobotoh Pun Disebut-sebut

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved