Yomanius Untung: Janji Kampanye Ahmad Heryawan Soal Pendidikan Gratis Sulit Diwujudkan
Lebih lanjut, Yomanius mengatakan janji kampanye perihal menggratiskan pendidikan adalah janji yang sembrono.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Pendidikan gratis menjadi satu di antara janji kampanye Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher.
Namun janji kampanye tersebut tidak bisa direalisasikan dengan mudah.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Yomanius Untung, mengatakan bahwa menggratiskan biaya pendidikan di Jawa Barat masih tidak memungkinkan dari sisi anggaran yang tersedia.
“Sekarang kalau bicara tentang gratis pendidikan berdasarkan kewenangan provinsi tentu sulit karena anggaran terbatas, kedua, dana yang teralokasikan dari APBN masih terbatas juga,” kata Yomanius ketika ditemui Tribun Jabar di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dauan, Kabupaten Subang, Selasa (2/1/2018).
Tertangkapnya Jennifer Dunn Karena Narkoba Membuka Tabir Hubungannya dengan Faisal Harris https://t.co/QfzF44tL9m via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 3, 2018
Anggaran tak bisa mencakup kebutuhan semua pelajar di Jawa Barat karena biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan satu orang siswa saja sudah cukup besar.
“Standar minimum kebutuhan biaya pengelolaan itu berkisar angka Rp 4,5 juta sampai Rp 5,6 juta per siswa per tahun,” ujarnya.
Walau belum semua pelajar di Jawa Barat dapat keringanan biaya pendidikan, saat ini, setiap siswa SMA/SMK sudah menerima dana BOS dari pemerintah pusat dan provinsi.
Dari pemerintah pusat, setiap siswa menerima dana sebesar Rp 1,4 juta per siswa per tahun, sedangkan dana dari Pemprov Jabar sebesar Rp 500 ribu per siswa per tahun.
Jumlah tersebut disebut Yomanius belum cukup untuk mebiayai pendidikan gratis untuk siswa SMA/SMK di Jawa Barat.
Lebih lanjut, Yomanius mengatakan janji kampanye perihal menggratiskan pendidikan adalah janji yang sembrono.
“Sebagai pembelajaran pejabat publik bahwa sangat sembrono sesungguhnya apabila mengampanyekan pendidikan gratis, karena sampai kapanpun susah pendidikan gratis. Pemerintah hanya dapat meringankan beban saja,” ujarnya.
Sri Mulyani Sebut Inflasi 2017 Jauh di Bawah Prediksi https://t.co/65zj5I1yt7 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 3, 2018
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana, yang ditemui Tribun Jabar di tempat dan waktu yang terpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakil-ketua-komisi-v-dprd-provinsi-jawa-barat-yomanius-untung_20180103_082707.jpg)