Selamat Hari Ibu! Inilah Sejarah dan Tradisi Hari Ibu di 5 Negara Lain, dari Beri Bunga Hingga Kue
Serupa dengan di Indonesia, berbagai negara biasa memperingati Hari Ibu dengan sejarah dan tradisi berbeda-beda.
Penulis: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra | Editor: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra
TRIBUNJABAR.CO.ID - Setiap tanggal 22 Desember, masyarakat Indonesia biasa memperingati Hari Ibu.
Hari Ibu ini berawal dari Kongres Perempuan Indonesia yang berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres tersebut tepatnya berlangsung di pendopo Dalem Jayadipuran milik Raden Tumenggung Joyodipoero.
Model Indonesia Masuk Daftar Wanita Tercantik di Dunia dan Pilihan Tegas Raffi,Nagita atau Rafathar? https://t.co/aQbCOCJDBX via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 22, 2017
Setelah itu, pada 22 Desember 1953, Presiden Sukarno menetapkan Hari Ibu melalui Dekrit Presiden RI No 316 Tahun 1953.
Kini Hari Ibu diperingati melalui berbagai macam cara, dari mulai sekadar memberi ucapan kepada ibu, hingga memberikan hadiah manis sebagai kejutan.
Serupa dengan di Indonesia, berbagai negara biasa memperingati Hari Ibu dengan sejarah dan tradisi berbeda-beda.
Dihimpun dari berbagai sumber, inilah tradisi perigatan Hari Ibu dari berbagai negara di dunia.
1. Jepang
Di Negeri Matahari Terbit ini, Hari Ibu biasa diperingati pada Minggu kedua di bulan Mei seperti sebagian besar negara.
Namun pada awalnya, Hari Ibu diperingati setiap tanggal 6 Maret sebagai bentuk penghormatan pada ibu dari Kaisar Akihito yaitu Permaisuri Kojun.
Hari Ibu yang di Jepang disebut Haha No Hi ini mulai diperingati sejak tahun 1931.
Pada tahun 1949, Jepang memutuskan untuk memperingati Hari Ibu seperti Amerika Serikat.
Selayaknya Hari Ibu, anak-anak di Jepang biasa memberikan hadiah kepada ibunya, biasanya berupa bunga anyelir merah yang merupakan simbol kemurnian.
2. India
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ibu-dan-anak_20171222_101320.jpg)