Volume Sungai Citarik Meningkat, Warga Ramai-ramai ''Nyirip'' Ikan
Berbeda dengan memancing yang memerlukan kesabaran ekstra, teknik nyirip bisa membuat warga
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Sebagian warga Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, merasa gembira saat volume air Sungai Citarik meningkat.
Volume air sungai yang meningkat kerap dimanfaatkan warga untuk mendulang pundi-pundi rupiah.
Warga menjaring ikan atau nyirip menggunakan jaring yang diikat ke beberapa bilah bambu, lalu ditarik menggunakan seutas tali.
Berbeda dengan memancing yang memerlukan kesabaran ekstra, teknik nyirip bisa membuat warga mendapatkan belasan ikan dalam satu penarikan.
Nagita Slavina Kepergok Asyik Dirangkul Pria Bule, Raffi Ahmad Geram. Netizen: Jangan Egois Dong! https://t.co/dtjugNAqqE via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 19, 2017
Macam-macam ikan yang berhasil dijaring warga yakni ikan gabus, lele, emas, sepat, betrik, dan udang.
Oding (67), warga Desa Sukamanah, mengatakan volume air meningkat adalah rezeki dadakan bagi warga di sekitar sungai.
Pasalnya, kegiatan menyirip ini biasa dilakukan saat tidak ada aktivitas bertani atau cocok tanam di sawah.
Baca: Hakim Mediasi Cuti Natal, Sidang Cerai Gracia Indri - David Noah Ditunda Tahun Depan
"Yang nyirip di sini hampir semuanya adalah buruh tani," kata Oding saat ditemui Tribun Jabar, Selasa (19/12/2017).
Oding mengaku, dalam se hari, ia mampu mengumpulkan lima 5 kilogram ikan air tawar bermacam jenis.
Hasil tangkapannya nantinnya dijual kepada yang warga berminat atau untuk dikonsumsi sendiri.
"Kami jual ikan seharga Rp 5 ribu per cangkirnya (kira-kira seperempat kilogram), lumayan juga," ujarnya.
Postingan Terakhir Jonghyun SHINee Isyaratkan Kepergian Hingga Dugaan Depresi yang Dialaminya https://t.co/JGcaGqdf85 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 19, 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sungai-citarik_20171219_165925.jpg)