Rabu, 8 April 2026

Volume Sungai Citarik Meningkat, Warga Ramai-ramai ''Nyirip'' Ikan

Berbeda dengan memancing yang memerlukan kesabaran ekstra, teknik nyirip bisa membuat warga

Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, memanfaatkan peningkatan volume air Sungai Citarik untuk menjaring ikan (nyirip), Selasa (19/12/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Sebagian warga Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, merasa gembira saat  volume air Sungai Citarik meningkat.

Volume air sungai yang meningkat kerap dimanfaatkan warga untuk mendulang pundi-pundi rupiah.

Warga menjaring ikan atau nyirip menggunakan jaring yang diikat ke beberapa bilah bambu, lalu ditarik menggunakan seutas tali.

Berbeda dengan memancing yang memerlukan kesabaran ekstra, teknik nyirip bisa membuat warga mendapatkan belasan ikan dalam satu penarikan.


Macam-macam ikan yang berhasil dijaring warga yakni ikan gabus, lele, emas, sepat, betrik, dan udang.

Oding (67), warga Desa Sukamanah, mengatakan volume air meningkat adalah rezeki dadakan bagi warga di sekitar sungai.

Pasalnya, kegiatan menyirip ini biasa dilakukan saat tidak ada aktivitas bertani atau cocok tanam di sawah.

Baca: Hakim Mediasi Cuti Natal, Sidang Cerai Gracia Indri - David Noah Ditunda Tahun Depan

"Yang nyirip di sini hampir semuanya adalah buruh tani," kata Oding saat ditemui Tribun Jabar, Selasa (19/12/2017).

Oding mengaku, dalam se hari, ia mampu mengumpulkan lima 5 kilogram ikan air tawar bermacam jenis.

Hasil tangkapannya nantinnya dijual kepada yang warga berminat atau untuk dikonsumsi sendiri.

"Kami jual ikan seharga Rp 5 ribu per cangkirnya (kira-kira seperempat kilogram), lumayan juga," ujarnya.


Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved