Selasa, 7 April 2026

Warga Panguragan Cirebon Tuntut Pabrik Pengolahan Limbah Medis Ditutup

Warga Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, menuntut pabrik pengolahan limbah medis ditutup selamanya.

Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
UNJUK RASA - Puluhan warga melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Senin (18/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Warga Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, menuntut pabrik pengolahan limbah medis ditutup selamanya.

Selain itu, warga juga menuntut pemerintah pusat turun tangan untuk menanganinya.

"Kalau Pemda dan Pemprov saja tidak kuat. Buktinya pada 2016 persoalan ini sempat muncul dan ditutup Pemkab Cirebon, tapi sekarang ada lagi," kata koordinator warga, Hasan Suhandi, usai berunjuk rasa menolak keberadaan pabrik pengolahan limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Senin (18/12/2017).

Ia juga meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menutup satu pabrik pengolahan dan empat gudang penyimpanan limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.

Selain itu, pabrik pengolahan limbah medis yang beroperasi sejak 2011 itu ilegal

Permasalahan limbah medis juga sudah menunggu segera diselesaikan.

"Apalagi diduga ada keterlibatan oknum TNI, kami serahkan ke instansi terkait. Untuk sipil yang terlibat, polisi silakan menanganinya," ujar Hasan Suhandi.

Ia mengatakan, warga sudah tahu keberadaan pabrik limbah medis sangat berbahaya.

Beberapa warga yang bekerja di pabrik itu juga tak bisa berbuat banyak.

Beberapa faktor membuat warga hanya bisa berdiam diri.

"Warga diintimidasi oleh orang suruhan pemilik pabrik, dari sekadar rayuan sampai tindak kekerasan," kata Hasan Suhandi.

Warga juga berjanji terus mengawal permasalahan ini sampai pabrik pengolahan limbah medis itu benar-benar ditutup.

Dalam aksi tersebut warga juga berkeliling ke beberapa desa di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.

Selain itu, massa mengampanyekan bahaya limbah medis, bahkan sampai door to door.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved