Tiga Pasien Penderita Difteri Dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Purwakarta
Sederhananya, ADS adalah anti toksin dari virus penyebab difteri yakni bakteri. . .
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tiga pasien dengan diagnosa difteri dirawat di RS Siloam Purwakarta sejak tiga pekan terakhir.
Saat ini, ketiga pasien dirawat di ruang isolasi lantai tiga rumah sakit yang berada di Jalan Raya Bungursari itu.
"Ada tiga pasien yang saat ini sedang ditangani. Semuanya kami tangani serius karena saat ini kondisi di Purwakarta sudah ditetapkan kejadian luar biasa (KLB)," ujar Kepala Pelayanan Medis RS Siloam Purwakarta, dr Hermas Irawan di kantornya, Selasa (12/12).
Menurut Hermas, kondisi pasien saat ini setelah mendapat penanganan serius dari tenaga medis kondisinya sudah membaik meskipun tidak melewati masa kritis.
Hanya saja, kata dia, pihaknya masih menunggu anti Diphterie Serum (ADS) untuk ketiga pasien tersebut.
"Untuk saat ini kami sedang menunggu ADS. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinkes Purwakarta, mudah-mudahan ADS sudah ada dan bisa diberikan pada pasien," katanya.
ADS adalah serum untuk menangkal penyebaran virus difteri di dalam tubuh.
Sederhananya, ADS adalah anti toksin dari virus penyebab difteri yakni bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang menyebar pada tubuh penderita difteri.
Purwakarta sudah ditetapkan sebagai daerah dengan kejadian luar biasa (KLB) difteri dengan 29 kasus dan satu orang meninggal dunia.
Selain di RS Siloam, pasien positif difteri dirawat di RSUD Bayu Asih sebanyak dua orang setelah sebelumnya satu pasien dipulangkan dan satu orang di RS MH Thamrin.
Kondisi KLB membuat pihak rumah sakit memberlakukan imunisasi vaksin DPT pada para tenaga medisnya. "Tenaga medis yang bersentuhan dengan pasien difteri hingga karyawan administrasi atau back office wajib divaksin karena beresiko tertular," kata Hermas.
Adapun hingga saat ini, dari tiga rumah sakit itu, enam pasien difteri tengah menjalani perawatan.
Berkaitan dengan wabah difteri ini, Dinas Kesehatan Purwakarta sejak Senin (11/12/2017) memberikan imunisasi vaksin Dipteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) lewat program outbreak response imunization (ORI) bagi warga usia 1-19 tahun di seluruh Puskesmas di Purwakarta.
Sepanjang 2017, sudah ada 29 kasus pasien difteri dengan satu korban meninggal dunia.
"Hingga hari ini warga yang sudah divaksin sebanyak 3100 orang usia 1-19 tahun. ORI terus dilakukan hingga enam bulan ke depan," kata dr Eva Listya Dewi, Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi di Dinas Kesehatan Purwakarta, di kantornya Jalan Veteran, Selasa (12/12). (Mega Nugraha)
KOMENTAR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-difteri_20171212_204206.jpg)