Rabu, 8 April 2026

Long Weekend di Bandung

Begini Komentar Agus, Seorang Penjual Jasa Berkuda di Taman Lansia pada Long Weekend Ini

Aktivitas berkuda dapat dinikmati setiap orang yang beraktivitas di sekitar Taman Lansia setiap hari libur dan akhir pekan.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Sejumlah penjual jasa berkuda di sekitar Taman Lansia, Kota Bandung, Minggu (3/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Aktivitas berkuda dapat dinikmati setiap orang yang beraktivitas di sekitar Taman Lansia setiap hari libur dan akhir pekan.

Begitu pula dengan long weekend pekan ini, sejak Jumat (1/12/2017), belasan penjual jasa berkuda sudah memulai aktivitasnya.

Tetapi, akhir pekan yang panjang tidak mengubah penghasilan para penjual jasa berkuda.

"Ah, nggak ada kenaikan. Sudah satu tahun, pendapatan dari kuda tidak ada kenaikan, walau hari libur juga sama saja," kata Agus, seorang penjual jasa berkuda, kepada Tribun Jabar di depan Taman Lansia, Minggu (3/12/2017).

Baca: Atep Siap Tinggalkan Persib Jika Dibajak PSMS, Benarkah? Ini Komentarnya

Menurut Agus, tidak adanya perubahan penghasilan disebabkan minat masyarakat terhadap kuda tidak sebesar beberapa tahun lalu.

" Sekarang orang lebih banyak mencari tempat wisata semisal Dago Dream Park, yang seperti itu. Wisata kuda seperti ini mah, kurang diminati sekarang,"

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, Minggu (3/12/2017), sekira pukul 08.00 WIB, beberapa penjual jasa berkuda terlihat menunggu konsumennya di beberapa titik.


Ada beberapa titik tempat penjual jasa berkuda ini menunggu, yaitu di depan Vio Hotel, dekat Dreezel Coffee, dan dekat SMAN 20.

Untuk satu putaran mengelilingi jalan sekitar Pet Park, Agus menjual jasanya sekira Rp 20-25 ribu untuk anak usiandi bawah 12 tahun dan Rp 30ribu untuk usia dewasa.

Saking sepinya, ia mengaku tidak pernah menaikan tarif berkuda meski hari raya atau liburan anak sekolah, agar orang masih berminat naik kuda.

Beberapa tahun sebelumnya, kata Agus, ketika minat masyarakat terhadap kuda masih tinggi, ia bisa menaikkan harga pada hari libur besar, semisal Hari Libur Natal, Lebaran, atau long weekend.

"Kadang satu hari hari bisa dapat Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," ujarnya.

Kuda tersebut bukanlah milik Agus, melainkan ia sewa dari seorang pemilik kuda di daerah Dago.

Ia juga harus membagi penghasilannya dengan sang pemilik kuda sebanyak 50 persen.

Agus dan teman-temannya mengaku pasrah dan hanya bisa berusaha semaksimal mungkin.

Untuk menambah penghasilan, setiap harinya Agus dan teman-temannya memiliki pekerjaan lain menjadi buruh tani atau kuli. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved