Sabtu, 25 April 2026

Dalang Wayang Kulit Ini Usianya Baru 12 Tahun, Belajar Mendalang Sejak Usia 2 Tahun

Batik mega mendung khas Cirebon dililitkan di pinggangnya. Selama kira-kira 45 menit, Devan menampilkan lakon Ramatambakan.

Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Penampilan Devanata Nararya Prasandha, dalang cilik dari Kabupaten Cirebon dalam Festival Dalang Wayang Kulit Binojakrama Pedalangan Jawa Barat 2017 kategori dalang anak di Gedung Rumentang Siang, Jl Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (30/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Di usianya yang baru menginjak 12 tahun, bocah ini sudah jago mendalang.

Dia tiga kali pernah jadi juara mendalang. Di antaranya juara kategori iringan terbaik, kategori catur terbaik, dan kategori sabet terbaik di Museum Wayang Kota Tua Jakarta serta TMII.

Selain itu, ia juga berprestasi di sekolahnya, selalu masuk peringkat lima besar di kelasnya.

Baca: Beredar Foto Batu Besar Menutupi Jalan Raya, Polisi di Lembang Pun Sibuk Cek Lokasi

"Semester kemarin dapat peringkat empat," kata Devanata Nararya Prasandha, dalang cilik asal Desa Wanasaba, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, saat ditemui di Gedung Rumentang Siang, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (30/11/2017) siang.


Devanata adalah satu dari sejumlah peserta Festival Dalang Wayang Kulit Binojakrama Pedalangan Jawa Barat 2017 kategori dalang anak.

Ia sudah belajar mendalang sejak umur dua tahun. Darah seni mengalir dari ayahnya yang juga berprofesi sebagai dalang, Purjadi.

Sejak kecil, Devanata sangat suka menonton wayang. Ayahnya, Purjadi, pun mengajarinya mendalang menggunakan wayang kertas, kemudian meningkat ke wayang kulit.

"Lihat ayah main wayang, lama-lama jadi ingin ikutan," ujar Devanata Nararya Prasandha.

Siswa kelas 6 SD itu, belajar mendalang usai pulang sekolah di sanggar Pangreksa Budi milik ayahnya.

Setelah pekerjaan rumah (PR) dan tugas sekolah lainnya selesai dikerjakan.

Sejak kecil bocah yang akrab disapa Devan itu sering ikut ayahnya mendalang, tapi ia hanya menonton pertunjukannya.

"Boleh ikut saat hari libur sekolah saja , seperti malam Minggu. Kalau hari biasa tidak boleh," kata Devanata Nararya Prasandha.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved