Pembangunan SOR Ciateul Ditunda, Mahasiswa Mencium Adanya Indikasi Korupsi
Pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul batal. . .
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Fauzie Pradita Abbas
TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul batal digarap tahun depan.
Pemkab berkilah pembatalan pembangunan lantaran bantuan anggaran dari provinsi untuk pembangunan SOR
tak jadi diberikan.
Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan anggaran SOR dari semua anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Garut dan Provinsi Jabar.
"Pemda sudah menganggarkan dana Rp 50 miliar yang bersumber dari APBD. Tapi pembangunannya ditunda dulu sampai 2019," ucap Rudy di Setda Pemkab Garut, Senin (27/11).
Rudy menjelaskan, salah satu yang akan ditunda pembangunannya yakni lapangan sepakbola.
Pembangunan pun dilakukan pada 2019.
"Jadi dana Rp 100 miliar itu untuk lapang sepak bola. Sekarang ditunda dulu karena dibatalkan. Total anggaran yang kami ajukan itu sebesar Rp 1,3 triliun. Tapi Pemprov hanya merealisasikan Rp 350 miliar. Itu juga tidak termasuk pembangunan stadion," katanya.
Rudy menjelaskan, batalnya bantuan provinsi itu lantaran anggaran provinsi lebih fokus digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Meski begitu, Rudy berharap di 2019 pembangunan stadion bisa terealisasi.
"Kami juga mengupayakan dari APBD. Tapi sangat sulit jika dari APBD Garut saja," ujarnya.
Sementara itu, Mahasiswa Pancasila (Mapancas) meminta agar Polres atau Kejari Garut segera mengusut pembangunan SOR Ciateul. Mapancas menilai Bupati, Dinas PUPR, dan Dispora telah melakukan kerugian negara dalam membangun SOR.
Ketua DPD Mapancas Garut, Susanto, mengatakan jika pembangunan SOR Ciateul sejak awal tahapan pengerjaan banyak ditemukan kejanggalan.
Mulai dari proses pengerjaan pematangan lahan hingga pembangunan infrastruktur lainnya.
"Itu kan harusnya dikerjakan Dispora. Tapi dulu dikerjakan Dinas SDAP yang sekarang masuk ke Dinas PUPR. Pengerjaanya pun diindikasikan tidak sesuai spesifikasi dan seolah-olah seperti bagi-bagi kue," ucap Susanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rudy-gunawan_20171115_123952.jpg)