Pasokan Melimpah, Harga Sayuran Turun Drastis
Sejumlah bandar yang menampung hasil komoditi sayuran dari para petani Garut. . .
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana
TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Sejumlah bandar yang menampung hasil komoditi sayuran dari para petani Garut di Pasar Guntur Ciawitali, mengeluhkan melimpahnya berbagai jenis sayuran akhir-akhir ini.
Hal tersebut menyebabkan menurunnya harga sayuran.
Salah seorang bandar sayuran di Pasar Guntur Ciawitali Garut, Oping (49), mengatakan harga sayuran saat ini mengalami penurunan hingga 40 persen.
Hal ini akibat terlalu banyaknya stok sayuran sehingga hasil produksinya melimpah.
"Untuk stok sangat melimpah sehingga harganya pun turun drastis. Di sisi lain, daya beli masyarakat terus berkurang," ujar Oping, Senin (27/11).
Akibat dari menumpuknya stok dan berkurangnya pembeli, banyak sayuran yang menumpuk di gudang.
Bahkan tak sedikit sayuran yang pada akhirnya membusuk sehingga tak bisa terjual.
"Jelas buat rugi. Stok sayuran yang melimpah saat ini adalah cabai rawit. Sudah berhari-hari stok cabai rawit menumpuk di gudang," katanya.
Padahal saat ini harga cabai rawit inul sedang turun. Harganya hanya mencapai Rp 10 ribu per kilogram.
Padahal sebelumnya cabai jenis ini sempat merajai pasaran karena mencapai Rp 100 ribu per kilogram.
"Tapi anehnya, saat ini pembelinya sangat kurang. Jadi banyak yang busuk," ucapnya.
Produk sayuran lain yang harganya turun, tuturnya, seperti bawang merah dan bawang putih.
Sedangkan untuk sayuran jenis jengkol, harganya relatif stabil akan tetapi kurang laku.
Namun demikian diakui Oping, ada juga sebagian komoditi sayuran yang saat ini harganya mengalami kenaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-garut_20171128_053145.jpg)