Jadi Tukang Cukur 'DPR' Selama 50 Tahun, Mansyur Kini Batasi Orderan
Bukan untuk anggota Dewan, tukang cukur DPR ini yaitu akronim dari Di bawah Pohon Rindang.
Meskipun telah berumur, dia mengatakan masih ada saja yang mendatangi lapaknya untuk di potong rambut.
Tetapi, dia membatasi 'orderan' maksimal lima orang per hari.
Baca: Pelatih Anyar Persib Bandung Curi Perhatian Media Luar Negeri
Baca: Hanya Ada di Bangka, Buaya Suka Makan Kerupuk dan Bergoyang Ketika Dengar Musik Tradisional
Namun begitu, ia tidak pernah kehabisan orang yang meminta jasanya untuk memotong rambut.
Banyak juga warga yang telah berlangganan pada dirinya hingga puluhan tahun.
"Ada yang puluhan tahun masih ke sini. Banyak juga yang udah pada meninggal," ucapnya.
Akan tetapi, dia tidak menolak jika ada anak kecil atau siapapun yang meminta jasanya.
Mata yang masih bisa melihat jelas, dan tangan yang masih kuat akan selalu siap memotong berbagai model rambut.
Mansyur membuka lapak tempat cukurnya setiap hari Selasa hingga Minggu, dari jam 08.00 sampai 17.00.
"Istirahat pas waktu salat. Ini kerja juga itung-itung nunggu waktu adzan," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tukang-cukup-dpr_20171128_172224.jpg)