Tiga Fakta Unik Peristiwa Banjir di Rancaekek
Uniknya, genangan banjir yang menerjang wilayah Rancaekek bukanlah genangan diam, melainkan pasang surut
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hujan deras yang terus menerus menerjang wilayah Bandung Timur dan sekitarnya, membuat sebagian desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, tergenang banjir.
Tercatat ada sepuluh desa dan ratusan hektare lahan pertanian yang ikut terdampak genangan banjir ini.
Uniknya, genangan banjir yang menerjang wilayah Rancaekek bukanlah genangan diam, melainkan pasang surut, dimana genangan banjir cepat sekali naiknya, namun cepat juga turunnya.
Baca: Istri Setya Novanto Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Jenguk Suami Tercinta di Tahanan KPK
Hal tersebut bukan hanya satu-satunya fakta unik di banjir musiman Rancaekek. Apalagi fakta uniknya?
1. Lahan Rezeki Dadakan
Banjir di Jalan Bandung-Garut, di wilayah kecamatan Rancaekek, rupanya membuka lahan rezeki untuk anak-anak dan pemuda yang tinggal di sekitar situ.
Bila banjir besar menggenang jalan, anak-anak tersebut berubah menjadi tukang dorong kendaraan mogok dadakan.
Meski dibayar seikhlasnya, namun keuntungan yang didapat tak sedikit, bila banjir tinggi, anak-anak ini bisa mendapat uang ratusan ribu rupiah dalam semalam.
Aksi Riana di Asia’s Got Talent Kembali Bikin Bulu Kuduk Berdiri, Anggun Sampai 'Ngacir' Ketakutan https://t.co/5wdSnGadDj via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 24, 2017
2. Darurat Kasur
Beberapa desa di Kecamatan Rancakalong menjadi lokasi terdampak banjir yang cukup parah.
Pasalnya, air menggenang hingga setinggi dada orang dewasa dan masuk hingga ke rumah-rumah warga.
Akibatnya, warga pun tidak dapat menyelamatkan harta benda, termasuk kasur mereka.
