Selasa, 14 April 2026

Tiga Fakta Unik Peristiwa Banjir di Rancaekek

Uniknya, genangan banjir yang menerjang wilayah Rancaekek bukanlah genangan diam, melainkan pasang surut

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Banjir yang menggenang di wilayah Rancaekek, Rabu (22/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hujan deras yang terus menerus menerjang wilayah Bandung Timur dan sekitarnya, membuat sebagian desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, tergenang banjir.

Tercatat ada sepuluh desa dan ratusan hektare lahan pertanian yang ikut terdampak genangan banjir ini.

Uniknya, genangan banjir yang menerjang wilayah Rancaekek bukanlah genangan diam, melainkan pasang surut, dimana genangan banjir cepat sekali naiknya, namun cepat juga turunnya.

Baca: Istri Setya Novanto Tak Kuasa Menahan Air Mata saat Jenguk Suami Tercinta di Tahanan KPK

Hal tersebut bukan hanya satu-satunya fakta unik di banjir musiman Rancaekek. Apalagi fakta uniknya?

1. Lahan Rezeki Dadakan

Banjir di Jalan Bandung-Garut, di wilayah kecamatan Rancaekek, rupanya membuka lahan rezeki untuk anak-anak dan pemuda yang tinggal di sekitar situ.

Bila banjir besar menggenang jalan, anak-anak tersebut berubah menjadi tukang dorong kendaraan mogok dadakan.

Meski dibayar seikhlasnya, namun keuntungan yang didapat tak sedikit, bila banjir tinggi, anak-anak ini bisa mendapat uang ratusan ribu rupiah dalam semalam.


2. Darurat Kasur

Beberapa desa di Kecamatan Rancakalong menjadi lokasi terdampak banjir yang cukup parah.

Pasalnya, air menggenang hingga setinggi dada orang dewasa dan masuk hingga ke rumah-rumah warga.

Akibatnya, warga pun tidak dapat menyelamatkan harta benda, termasuk kasur mereka.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved