Ini Harapan Pihak SDN 221 Babakan Sentral Bandung yang Sekolahnya Berhadapan dengan TPS
Pihak SDN 221 Babakan Sentral berharap pemerintah menerapkan teknologi yang mumpuni agar tempat pembuangan sampah yang berlokasi
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pihak SDN 221 Babakan Sentral berharap pemerintah menerapkan teknologi yang mumpuni agar tempat pembuangan sampah yang berlokasi di depan sekolah itu tidak menimbulkan efek negatif pada murid.
Hal itu dikatakan oleh humas SDN 221 Babakan Sentral, Slamet Riyadi (53), kepada Tribun Jabar, Kamis (23/11/2017).
"Ya jalan satu-satunya mungkin dengan menggunakan teknologi. Bagaimana caranya, walaupun tempat pembuangan sampah ini berdekatan, efek negatifnya bisa diminimalisasi," ujarnya.
Riyadi, mengatakan, keinginan pihak sekolah itu bukan tanpa alasan.
Baca: Kaligrafi Retak Abay Dikenal hingga ke Paris, Teks Pidato Soekarno Pun Jadi Satu di Antara Karyanya
"Di Bandung ini kan sekarang ada kampus yang memiliki riset dan penemuan teknologi yang bagus. Mungkin akan lebih baik jika dimanfaatkan," katanya.
Saat ini, SDN 221 Babakan Sentral, sambung Riyadi, tidak mungkin dipindahkan ke lokasi lain karena sedang direnovasi.
Tampak fondasi dari kayu sudah terpasang di beberapa bagian bangunan sekolah.
Rahmad Darmawan Belum Teken Kontrak di Sriwijaya FC, Rela Turun Harga Demi Persib Bandung https://t.co/RPsNO3obKG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 24, 2017
Riyadi pun menduga, warga di sekitar sekolah itu dilema untuk ikut memperjuangkan agar lokasi tempat pembuangan sampah dipindahkan.
"Warga mungkin dilema. Tempat pembuangan sampah kan dibutuhkan juga. Kalau tempat pembuangan sampah ini ditutup, sungai di sekitar daerah ini pasti penuh sampah," ujarnya.
Ketika Tribun Jabar di lokasi, bau busuk tak sedap langsung tercium saat menginjakkan kaki di SDN 221 Babakan Sentral, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Rupanya, persis di depan sekolah itu terdapat sebuah tempat pembuangan sampah yang cukup besar. Luasnya sekira 30 X 30 meter persegi.
Tumpukan sampah yang dikemas dalam kemasan plastik tampak menumpuk di tanah dan pada sebuah gerobak.
Sejumlah sampah itu pun terlihat basah serta kotor. Sebagian sudah berwarna cokelat tercampur lumpur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sdn-221-babakan-sentral-dekat-dengan-tempat-pembuangan-sampah-di-kecamatan-kiaracondong_20171123_113758.jpg)