Rabu, 13 Mei 2026

Jadi Titik Pertemuan Tiga Sungai, Wilayah Sapan Langganan Kebanjiran

Menurut Cecep, jalan yang menghubungkan Bojongsoang-Ciparay-Majalaya itu kerap dilalui oleh moda transportasi industri.

Tayang:
Penulis: Yudha Maulana | Editor: Ravianto
Yudha Maulana
Rofiq (53) menuntun kendaraannya saat melewati Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Rabu (8/3/2017)/ 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Cecep , warga Kp. Sapan Lembur Gede, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsang, Kabupaten Bandung, berdiri di depan genangan air setinggi betis di depan Jembatan Sungai Citarik.

Pria berusia 23 tahun itu mengatur lalu lintas dengan membawa kaleng di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya membuat isyarat agar kendaraan roda dua berhenti.

“Enggak akan bisa maju lebih baik putar balik, cari rute ke Cicai, Ciparay,” ujarnya kepada pengendara sepeda motor yang hendak melintas, Rabu (22/11). Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung pada Selasa (21/11) malam membuat jalan Sapan yang menjadi jalur alternatif di kawasan industri Bojongsoang nyaris lumpuh sepanjang 2 KM.

Menurut Cecep, jalan yang menghubungkan Bojongsoang-Ciparay-Majalaya itu kerap dilalui oleh moda transportasi industri.


Pasalnya, ada puluhan pabrik yang berada di sepanjang jalur Sapan Citark hingga Sapan Rajawali.  

 "Setiap hujan pasti begini, kalau jalurya sudah kerendam begini, penumpang juga pasti saya tolak karena khawatir mesin sepeda motor mogok," ujar Cecep sambil mengajak Tribun berbincang di pangkalan ojek Sapan Citarik.

Pantauan Tribun, sejumlah pengendara roda dua mendorong kendaraanya yang mogok akibat memaksa menerjang genangan air setinggi betis orang dewasa.

Begitupun dengan kendaraan roda empat yang juga mogok. Beberapa mobil boks pun terpaksa harus menepi dan didorong oleh warga sekitar.

"Kalau mobil kol buntung pasti mati mesinnya, kalau truk masih bisa lewat, tapi kami khawatir gelombang air yang dihasilkannya bisa masuk bahkan merusak rumah warga, makanya kalau malam hujan besar, pasti jalan ini ditutup  dan kendaraan, terutama yang besar harus bisa memutar ke Ciparay," kata Cecep yang juga warga Kp. Sapan Lembur Gede itu.

Dadang (47), warga RT 03 RW 08 Kp Cikeruh, mengatakan Sapan merupakan tempat pertemuan Sungai Citarum, Cikeruh dan Citarik. 


"Kalau dangkal begini jadi gampang meluap, air tumpah ke jalan dan rumah-rumah warga," kata Dadang kepada Tribun di kediamannya.

Biasanya, kata Dadang, banjir surut dalam waktu satu hari. Namun, belakangan ini sudah hampir seminggu kawasan tersebut terkena banjir.

"Biasanya tidak sampai selutut, sekarang sudah lebih dari satu lutut, padahal jalan sudah ditinggikan oleh dinas," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved