Pilgub Jabar
Soal Rekomendasi, Dedi Mulyadi : Biarkan Pimpinan Golkar yang Baru yang Mengevaluasi dan Memutuskan
Rencana Munaslub Partai Golkar mencari pemimpan partai menguat pasca Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ditahan KPK.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Rencana Munaslub Partai Golkar mencari pemimpan partai menguat pasca Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto ditahan KPK.
Sejumlah kebijakan politik diprediksi bakal berubah manakala terjadi perubhan kepemimpinan di partai berlogo pohon Beringin itu.
Masa transisi kepemimpinan yang akan segera berganti membawa dampak penting bagi DPD Golkar Jabar yang hendak bersiap menghadapi pilkada serentak di Jabar sekaligus pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
Partai Golkar di bawah kepimpinan Setya Novanto, pada 9 November menyerahkan surat rekomendasi pengusungan bakal Cagub Jabar kepada Ridwan Kamil.
Baca: Ridwan Kamil Akan Hadiri Talk Show Soal Atasi Banjir di Taman Sejarah, Berikut Agendanya Hari Ini
Di tengah transisi kepemimpinan partai, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi, tidak menganggap itu sebagai angin segar untuk mendapatkan rekomendasi maju di Pilgub Jabar 2018.
Namun Dedi mengakui penyerahan rekomendasi pada Ridwan Kamil sebagai penghambat demokrasi dalam kehidupan berpartai.
Ia menyebut keputusan itu tidak mempertimbangkan kaderisasi berjenjang yang jadi keniscayaan dalam berpolitik praktis.
Innalillahi, Kabar Duka Datang dari Irfan Hakim. Sang Ayah Meninggal Usai Mengidap Sakit Ginjal https://t.co/7luAemFRhF via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 21, 2017
"Rekrutmen berjenjang yang selama ini jadi tradisi di Golkar tidak berjalan dengan baik. Rekomendasi tidak dibuat berdasarkan sistem, tidak pada mekanisme, tidak pada rapat-rapat politik tapi lebih pada bisikan-bisikan yang lahir jadi keputusan," ujar Dedi melalui ponselnya, Senin (20/11/2017).
Makna bisikan yang dikatakan Dedi jadi semacam teka-teki misteri.
Hanya saja, ia enggan menjelaskan secara rinci tentang maksud bisikan tersebut.
Dedi hanya menyebut, sejak awal ia memahami keputusan DPP Golkar yang merekomendasikan Ridwan Kamil.
"Dari awal saya memahami apa yang jadi latar belakang DPP Golkar merekomendasikan Ridwan Kamil. Sebagai kader, saya memahami betul kondisi psikologis, sosiologis, dan faktor lainnya di balik rekomendasi itu," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dedi-mulyadi-didampingi-para-pengurus-dpd-golkar-jabar_20171117_173211.jpg)