Mengenal Cijaringao, Proyek Percontohan Kolaborasi Seni Tradisional dan Kehijauan Alam
Berjarak sekira 1,5 km dari Saung Angklung Udjo, terdapat sebuah kampung bernama Cijaringao.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Harapannya, kampung tersebut akan dikenal sebagai penghasil domba berkualitas dan di masa mendatang domba bisa menjadi satu di antara sumber penghidupan warga Kampung Cijaringao.
Alasan Cijaringao menjadi proyek percontohan
Taufik mengatakan cita-citanya adalah membuat sebuah kampung yang sebelumnya dianggap kurang maju, bisa diberdayakan dengan prinsip bersahabat dengan lingkungan dan menggali kesenian tradisional, bisa menjadi maju.
Berdasarkan cerita dari Taufik, kejadian bermula dari kunjungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekira tahun 2013.
Pada saat itu, Kementerian Lingkunan Hidup dan Kehutanan mengapresiasi Saung Angklung Udjo yang memiliki nuansa hijau.
Memang terlihat di banyak tanaman dan yang menghiasi setiap sudut Saung Angklung Udjo.
Karena itu, Saung Angklung Udjo dijadikan sentra penyuluhan kehutanan.
Kemudian, Saung Angklung Udjo mendapatkan hibah ribuan pohon, yang kemudian sebagian pohon tersebut diberikan kepada beberapa tamu yang datang ke Saung Angklung Udjo.
Hingga kemudian, Taufik mengeluhkan keberlanjutan dari hibah pohon-pohon tersebut kepada Wagub Jawa Barat, Deddy Mizwar.
“Darimana saya harus menyiram pohon ini ? Beberapa tahun lalu, Saung Angklung Udjo banyak airnya, kalau ngambil air, sumurnya paling hanya tiga meter sudah ada. Sekarang, boro-boro tiga meter, 60 meter saja sudah ngga ada airnya. Karena di daerah atas kami sudah dibangun banyak perumahan, airnya dibelokan, yang harusnya jadi resapan, malah jadi bangunan,” ujarnya menceritakan keluhannya.
Kemudian Taufik pun meminta satu titik perkampungan yang akan ia upayakan menjadi contoh bagi daerah lainnya.
“Jadi berikan kami satu titik tempat, dimana tempat itu bisa menjadi edukasi masyarakat, karena tempat ini jadi tempat percontohan , dimana yang namanya hijau dengan seni budaya tradisional bisa berkolaborasi sehingga bisa membuat sesuatu yang bermanfaat, jadi jangan sampai mereka merasa hijau ga perlu, mereka bababt habis jadi perumahan,” kata Taufik.
Kemudian, ia ditunjukan Kampung Cijaringao.
Kemudian Saung Angklung Udjo sering menyelenggarakan acara di kampung tersebut.
Saung Angklung Udjo ingin memperlihatkan pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan dapat berdampak secara ekonomi, dan di saat yang sama mengembangkan kesenian tradisional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/saung-angklung-udjo-dan-rotary-club-untuk-angklung-pride-7_20171116_204347.jpg)