Banjir di Sumedang
Rawan Jebol, Banjir Ancam Dua Kecamatan di Hilir Sungai Cibawang
Seminggu sejak banjir memutus akses jalan Sumedang-Subang via Rancakalong, banjir belum juga surut.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Seminggu sejak banjir memutus akses jalan Sumedang-Subang via Rancakalong, banjir belum juga surut.
Debit air justru meningkat, ketinggian dan luas genangan banjir semakin tinggi dari hari ke hari, terutama bila hujan melanda wilayah Rancakalong.
Menurut pantauan Tribun Jabar di lapangan, Rabu (15/11/2017), warga masih menggunakan perahu karet untuk menyeberangi genangan banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumerang, Ayi Rusmana, mengaku riskan melihat keadaan banjir yang semakin meninggi.
Baca: Ternyata Ada Jalan Alternatif Sumedang-Subang via Rancakalong, Berikut Kondisinya
Bila urugan yang menahan air banjir jebol, Ayi Rusmana mengungkapkan, maka akan mengancam dua kecamatan, yaitu Pamulihan dan Ciherang.
"Dampaknya akan mengancam permukiman dan persawahan di wilayah hilir tersebut," ujae Ayi Rusmana.
Ayi Rusmana mendesak agar pihak Satker Tol Cisumdawu segera melakukan inovasi untuk solusi banjir akibat disposal atau buangan tanah dari proyek Tol Cisumdawu tersebut.
Pemain Cengeng atau Stylish Tidak Cocok Main di Persib Bandung https://t.co/ARk0nPQnK3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 15, 2017
Dirinya juga menambahkan, pihak pengelola diharapkan untuk meningkatkan kehati-hatian ketika menggunakan alat berat di lahan disposal mengingat labilnya tanah tersebut.
Terakhir, dirinya menekankan bahwa banjir yang terjadi di kampung Cibawang, desa Sukasirna, kecamatan Rancakalong, kabupaten Sumedang, tersebht bukanlah bencana alam, tetapi ulah manusia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/banjir-di-rancakalong_20171110_120657.jpg)