Ledakan Akibat Gas 3kg Kembali Terjadi, Korban Alami Luka Bakar 80 Persen
Peristiwa tersebut terjadi di rumah Rohayati, warga Desa Lagadar, RT 02, RW 21 Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pada hari Sabtu 11 November 2017, telah terjadi ledakan yang diduga berasal dari kebocoran selang tabung gas LPG tiga kilogram.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah Rohayati, warga Desa Lagadar, RT 02, RW 21 Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Kapolsek Margaasih, Kompol Dede Suharja membenarkan peristiwa tersebut.
"Kejadiannya terjadi sekira pukul 04.30 WIB seusai Sholat Subuh, untuk sementara diduga karena bocornya selang tabung gas LPG tiga kilogram," kata Kompol Dede Suharja kepada Tribun Jabar (11/11/2017).
Kondisi Terbaru Arya Bocah Penderita Obesitas Hingga Azriel Tulis Kalimat Menusuk untuk Ashanty https://t.co/yHdx5BJdHK via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 11, 2017
Kompol Dede Suharja menjelaskan secara kronologi kejadian, korban bernama Rohayati, saat itu hendak memasak air di dapur.
Lokasi dapur tersebut, dijelaskan Dede berada di lantai bawah.
"Sebenarnya saat turun dari tangga, Rohayati sudah mencium bau gas, dia juga sempat melepas selang gas dari tabungnya dan kembali memasangkan lagi," kata Dede kepada TribunJabar (11/11/2017).
Setelah kembali dipasang, kemudian Rohayati menyalakan kompor dan akhirnya terjadi ledakan.
Akibat ledakan tersebut, Rohayati mengalami luka bakar mencapai 80 persen di beberapa bagian tubuh.
Kompol Dede mengatakan selain mengakibatkan luka bakar, bagian atap dan dinding rumah Rohayati mengalami kerusakan.
"Dinding rumah Rohayati mengalami kerusakan dan mengenai rumah tetangganya yang bernama Toto Komara yang sedang tidur," kata Dede.
Rumah Rohayati dan rumah Toto hanya dibatasi satu tembok, dan akibatnya saat tembok runtuh, Toto sedang tertidur.
"Kalau Toto tidak mengalami luka parah, hanya sempat dibawa ke Rumah Sakit Dustira, Cimahi," kata Dede (11/11/2017).