Rabu, 22 April 2026

Telat Antar Anak ke Sekolah karena Adangan Banjir di Dayeuhkolot, Warga: Cape Begini Terus

Itu lantaran sepeda motor yang dikendarainya mogok saat berusaha menerjang banjir

Penulis: Yudha Maulana | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Yudha Maulana
Banjir yang datang pada Selasa (7/11/2017) malam merendam ribuan rumah di Kabupaten Bandung. Satu di antaranya di Kp. Bojongasih, Desa/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Pada Rabu (8/11/2017) di Bojongasih genangan air rata-rata 20 cm-80 cm. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yudha Maulana

TRIBUNJABAR.CO.ID, DAYEUHKOLOT - Nova (30), warga Kelurahan/Kecamatan Baleendah tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah tepat waktu.

Itu lantaran sepeda motor yang dikendarainya mogok saat berusaha menerjang banjir di pertigaan Jalan Anggadireja, Baleendah, Rabu (8/11/2017).

Saat ditemui, Nova tengah melihat sepeda motornya yang sedang dicek oleh seorang lelaki yang mengenakan baju mekanik.

"Cape begini terus, ingin pemerintah secepatnya menangani masalah Citarum, anak saya sekolah di Zippur (sekitar 1 kilometer dari rumahnya)," kata Nova di dekat jembatan Dayeuhkolot.


Nova mengatakan biasanya banjir datang ketika hujan deras datang semalaman atau ada banjir kiriman dari wilayah Majalaya.

"Saya sempat berpindah-pindah kontrakkan biar enggak kebanjiran, banjir terus-terusan datang, anak mau sekolah jadi terganggu," katanya.

Pantauan Tribun, lalu lintas dari arah Dayeuhkolot sempat tersendat di depan pertigaan Anggadireja, sebagian pengendara nekat menerobos genangan air setingig betis orang dewasa.

Baca: Ups! Datang Pagi ke Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution, Setya Novanto Kepergok Nundutan

Sebagian lagi, berbelok ke arah Jalan Raya Dayeuhkolot-Banjaran.

Sebanyak 1.058 rumah di Kabupaten Bandung terendam oleh luapan Sungai Citarum, Sungai Cisangkuy, dan Sungai Cikapundung sejak Selasa (7/11/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Ribuan rumah tersebut, terbagi ketiga kecamatan yakni Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Tata Irawan, menyebut penyebab banjir karena curah hujan yang sangat tinggi dari sore hingga malam di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung sehingga tiga sungai tersebut meluap ke permukiman. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved