Ibu Ini Tega Cekik Anaknya sampai Tewas, Namun Dia Malah Tuai Simpati
Kemudian ia mencekik leher sang anak dengan syal sutra dan menggunakan kapas untuk menyumbat hidung anaknya.
TRIBUNJABAR.CO.ID, BEIJING - Seorang ibu di China tega membunuh anaknya yang mengalami disabilitas.
Uniknya, perempuan yang bernama Huang (83) ini justru mendapat simpati dari masyarakat Negeri Tirai Bambu.
Seperti dilansir dari BBC.com (2/11/17), Huang membunuh anaknya, Li (46) dengan memberikan 60 pil tidur.
Kemudian ia mencekik leher sang anak dengan syal sutra dan menggunakan kapas untuk menyumbat hidung anaknya.
Baim Wong Dikabarkan Akan Segera Menikah, Raffi Ahmad: Gua Dukung Lo Sama Marshanda, Selamat Ya! https://t.co/kcxwdLMv6j via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 3, 2017
Pembunuhan itu sendiri terjadi pada 9 Mei 2017.
Huang akhirnya diseret ke Pengadilan Guangzhou. Ia divonis bersalah dan dihukum 3 tahun penjara.
Di pengadilan, Huang mengungkapkan alasannya melakukan pembunuhan. Huang khawatir tidak ada yang merawat anaknya andai dirinya sewaktu-waktu meninggal.
Kondisi Li memang mengenaskan. Lahir secara prematur, sejak kecil tidak bisa berjalan dan berbicara. Praktis harus bergantung kepada orang lain dalam menjalani kesehariannya.
“Aku lebih memilih membunuhnya daripada meninggalkan dia kepada orang lain,” ujar Huang di pengadilan.
Niat membunuh Li semakin menguat saat Huang merasa fisiknya makin melemah dan bakal meninggal dunia lebih dulu ketimbang anaknya.
Kasus ini memang rumit. Toh, pembunuhan tidak dapat dibenarkan. Jadi, Huang tetap mesti dihukum.
Nikahnya Diam-Diam dan Sudah Punya Anak, Penampilan Artis Cantik Ini Pangling: Mirip ABG Banget! https://t.co/PkpBmTcaQo via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 3, 2017
Namun, Wan Yunfeng, kepala hakim, berpendapat bahwa Huang layak mendapat kemurahan karena alasannya itu.
Sebagai informasi, saat ini, berdasarkan catatan dari Lembaga Disabilitas Cina, terdapat 2,7 juta penyandang disabilitas di sana.
Dari angka sebesar itu, baru 6.740 yang terdaftar dan mendapat perawatan dari pemerintah.
Berdasar China Disabled Persons’ Federation, terdapat sekitar 2,7 juta orang yang menyandang disabilitas di negara penduduk terbannyak di dunia ini.
Namun, hanya sekitar 6000 layanan dukungan perawatan orang penyandang disabel yang terdaftar. (Melina Ikwan/Grid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/huang-bunuh-anak_20171103_173813.jpg)