Kamis, 9 April 2026

Rachel Akan Jalani Indentifikasi Trauma Pasca Penanganan Medis

Rachel Herliani (11) yang menjadi korban kekerasan neneknya dengan cara mencelupkan wajah sang cucu ke wajan berisi minyak panas, . . .

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Rachel Herliani di kontrakan orangtuanya di Jalan Lebak Satu RT 03/05, Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa (24/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Rachel Herliani (11) yang menjadi korban kekerasan neneknya dengan cara mencelupkan wajah sang cucu ke wajan berisi minyak panas, akan menjalani identifikasi trauma pasca penanganan medis.

Hal itu diungkapkan Ketua P2TP2A, Netty Prasetyani.

Menurutnya, sangat penting untuk memeriksakan psikologis Rachel, karena ke depannya, ia akan bergaul dengan masyarakat luas.

Baca: Catat! Berikut Jadwal 4 Laga Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia U-19

Ia tidak ingin nantinya Rachel menjadi minder karena kondisi lukanya.

"Sangat penting karena Rachel akan tumbuh besar, akan masuk ke pergaulan semakin luas yang sangat mungkin memperhitungkan atau menilai seseorang dari fisik," ujar Netty Prasetyani kepada wartawan di Gedung Sate, Senin (30/10/2017).

Netty Prasetyani pun mengatakan P2TP2A akan melakukan pendampingan kepada Rachel hingga penanganannya selesai.


Penanganan pasca tindakan media ini akan melibatkan dokter RSHS yang terlibat di P2TP2A, dan psikolog.

Netty Prasetyani juga akan segera mengunjungi rumah Rachel untuk menjenguk dan melihat kondisinya.

"Home visit jadi kata kunci penanganan trauma post perawatan di RSHS," ujarnya.

Pada awal kasus ini diberitakan di media, Netty mengaku terkejut karena pelaku kekerasan adalah anggota keluarga yang seharusnya memberikan rasa aman dan kasih sayang.

Untuk menghindari kejadian serupa, Netty Prasetyani meminta masyarakat untuk aktif bertindak jika menemukan indikasi kekerasan di dalam rumah seseorang.

"Ketika ada indikasi kekerasan atau tindakan mengarah kepada kekerasan, seharusnya masyarakat mengambil tindakan, melaporkan RW, tokoh agama dan sebagainya untuk memeriksa bersama yang terjadi di sebuah ruang di sebuah kawasan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved