Wiranto: Masalah Panglima TNI dengan AS Sudah Selesai, Tak Perlu Digaduhkan Lagi
Panglima TNI dan istri Enny Trimurti dilarang masuk ke AS oleh United State of Custom and Border Protection.
TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA- Menkopolhukam, Wiranto, meminta insiden larangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki AS tidak perlu digaduhkan lagi.
Wiranto menyebut AS sudah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan ke pemerintah Indonesia.
Wiranto menjelaskan adanya kesalahan administrasi sehingga Panglima TNI dan istri Enny Trimurti dilarang masuk ke AS oleh United State of Custom and Border Protection.
Diam-diam Sudah Menduda, Aktor FTV Ini Kepergok Satu Kasur dengan Seorang Perempuan: Bangga Banget https://t.co/2wcJYo3osF via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 27, 2017
"Ini jangan sampai ada gangguan-gangguan yang justru mengganggu hubungan baik itu. Maka kejadian itu sudah sangat disesalkan, kemudian tidak akan terulang lagi. Sudah kan itu, kan berarti sudah selesai," kata Wiranto kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (27/10/2017).
Penolakan tersebut disampaikan ke Panglima TNI, pada Sabtu (21/10/2017).
Saat itu, Gatot Nurmantyo dan istrinya Enny Trimurti serta sejumlah staf Panglima TNI hendak terbang ke AS dengan menumpangi pesawat Emirates Airlines dari bandara Soekarno-Hatta.
Baca: Manchester United Ikut Berduka Soal Meledaknya Pabrik Petasan di Tangerang
Sedianya, Panglima TNI dan rombongan hendak berangkat ke AS untuk memenuhi undangan Panglima bersenjata AS Jenderal Joseph F Dunford, Jr.
Namun sesaat sebelum berangkat, pagawai maskapai memberitahukan bahwa Gatot Nurmantyo dan istri, dilarang masuk ke AS oleh United State of Custom and Border Protection.
Akhirnya, Persib Bandung Merasakan Kemenangan Lagi https://t.co/IihDF7ERqc via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 27, 2017
Alhasil rombongan batal berangkat.
Panglima TNI kemudian melaporkan hal itu ke Presiden RI Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP. Marsudi.
Selain itu, ia juga mengirimkan surat ke Joseph F. Dunford Jr.
Setelahnya, Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk Indonesia menyampaikan permohonan maaf dan menjamin jika rombongan hendak berangkat ke AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wiranto_20171027_212303.jpg)