Sabtu, 25 April 2026

Jalur Khusus Pesepeda di Bandung Diperjuangkan Sejak 2010, Tapi Tetap Banyak yang Menyerobot

Jalur khusus pesepeda yang pertama kali dibuat adalah jalur yang berada di sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Jalur khusus pesepeda di Jalan Asia Afrika tampak diserobot oleh pengendara motor. Jika terjadi kemacetan, jalan itu pun seringkali dijadikan 'jalan pintas' bagi pengendara motor untuk menghindari kepadatan lalu lintas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Jalur khusus pesepeda rupanya sudah diperjuangkan oleh sejumlah komunitas pegiat sepeda di Bandung sejak tahun 2010.

Hal tersebut dikatakan oleh Cucu Hambali (47), dari Bandung Eco Transport, kepada Tribun Jabar, Selasa (24/10/2017), di kawasan Jalan Ibrahim Adjie, Bandung.

"Memang salah satunya itu (jalur sepeda tak terawat). Dari dulu dari pertama kita perjuangkan, sekitar tahun 2010. Kami beberapa komunitas sepeda, seperti bike to work, dan komunitas lain mengajukan jalur sepeda," ujarnya.

Setelah diperjuangkan, lanjut Cucu, Pemerintah Kota Bandung pun menyetujui pengadaan jalur khusus pesepeda itu.

Jalur khusus pesepeda yang pertama kali dibuat adalah jalur yang berada di sekitar Gelanggang Olahraga (GOR) Saparua.


Lalu, dulu, sempat ada juga jalur khusus pesepeda yang mengitari kawasan Balai Kota Bandung, walaupun sekarang sudah dihapus.

"Alhamdulillah, waktu itu Wali Kota sebelumnya, menyetujui. Dari dinas terkait dibuat jalur marka sepeda, ada yang mengitari balai kota, tapi sekarang sudah dihapus. Ada di Saparua, yang pertama diadakan itu di Saparua," kata Cucu.

Cucu berujar, trotoar Jalan Dago atau Jalan Ir H Djuanda dulunya juga pernah dibagi menjasi dua bagian.

Satu untuk pejalan kaki, satu lagi untuk pesepeda, namun, jalur pesepeda di trototar itu dinilai tidak efektif sehingga dihapus dan dipindahkan.

"Sepanjang Jalan Dago juga ada, tapi yang di Dago trotoarnya dibagi dua, setengah buat jalan kaki, setengah buat sepeda, tapi itu tidak efektif. Banyak kendalanya, ada tiang, ada pohon yang menghalangi," kata Cucu seraya tertawa.

Baca: Putra Sopir Mikrolet itu Bernama Deddy Corbuzier

Cucu pun mengatakan, Kota Bandung, untuk saat ini belum ramah bagi pesepeda. Namun, ia dan sejumlah komunitas lainnya masih berusaha agar Kota Bandung semakin ramah bagi pesepeda.

Hal senada juga dikatakan oleh Dadan Permana (38) dari komunitas Bandung Boseh Juara (BBJ) yang juga sedang berada di lokasi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved