Sabtu, 18 April 2026

Ini Tiga Upaya Pemprov Jabar Dorong Industri Wisata di Jabar

Menurutnya, ada 22 ruas jalan tol yang rencananya akan dibangun di Jabar. Lima diantaranya sedang dalam proses pembangunan

Editor: Ichsan
Humas Pemprov Jabar
Deddy Mizwar 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menguraikan ada tiga pendekatan yang menjadi upaya pembenahan pariwisata di Jawa Barat. Ketiga pendekatan tersebut, yaitu Akses, Atraksi, dan Amenitas.

Wagub mengakui Jawa Barat masih memiliki kelemahan dalam hal Akses. Untuk itu pihaknya bersama Pemerintah Pusat kini tengah menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur untuk memudahkan akses wisatawan berkunjung ke Jawa Barat. Proyek seperti jalan tol, pembangunan bandara internasional, serta layanan transportasi umum massal tengah dikebut pengerjaannya. 

Hal ini disampaikan Demiz pada even tahunan Asita West Java Travel Fair (AWJTF) 2017 di Atrium 23 Paskal Shopping Mall, Jalan Pasirkaliki No 23, Kota Bandung, Jumat (13/10/17). Di depan para pelaku usaha wisata ini, Wagub menjelaskan berbagai upaya Pemprov Jawa Barat dalam mendorong industri pariwisata di Jawa Barat.

Baca: Pelatih PSM Makassar Mengaku Bingung Siapa Sebenarnya Pelatih Persib Bandung

Menurutnya, ada 22 ruas jalan tol yang rencananya akan dibangun di Jabar. Lima diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Seperti Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Tol Cisumdawu Sesi I dan II ditargetkan bisa beroperasi pada April 2019. Sementara Tol Bocimi target Presiden Jokowi juga 2019 bisa selesai. Selain itu, Cileunyi-Garut-Tasikmalaya-Banjar juga akan terhubung dengan jalan tol. Rencananya tahun depan proses pembangunan akan dimulai.

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka tengah dikebut pengerjaannya. Pemerintah Pusat menargetkan tahun depan BIJB bisa digunakan untuk keberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat.


“Mudah-mudahan tahun depan bisa beroperasi dan meningkatkan kepariwisataan di Jawa Barat. Dan tahun depan juga kita akan membangun bandara di Palabuhanratu untuk membangun destinasi wisata yang Insya Allah berskala internasional pada 2019 nanti, yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu,” katanya.

“Karena gerbang wisatawan mancanegara itu melalui udara. Tanpa adanya itu (bandara) jangan berharap wisatawan mancanegara akan datang lebih banyak,” tambahnya.

Saat ini ada beberapa investor asing tertarik untuk berinvestasi. Salah satunya negara Uzbekistan yang berminat untuk mengembangkan Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran. Untuk itu, pada pembukaan AWJTF 2017 ini turut hadir Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Mr Shavkat Jamolov.

Dari sisi Atraksi Jawa Barat tak diragukan lagi. Atraksi ini dilakukan melalui berbagai potensi wisata berupa sumber daya alam, seni, dan budaya. Kata Wagub, Industri berbasis budaya atau cultural industry menjadi ruh dari kepariwisataan itu sendiri. Ada 1.300 destinasi di Jawa Barat dan sebagian besar diantaranya adalah potensi cultural industry.

“Khususnya Jawa Barat yang multiculture ini justru kaya dengan budaya yang ada. Maka dari itu saya berharap ke depannya kepariwisataan di Jawa Barat menjadi primadona di samping pertanian yang saat ini memiliki kontribusi terbesar secara nasional,” tutur Wagub.  


Sementara dari sisi Amenitas, Pemprov Jawa Barat terus mendorong berbagai pihak terkait termasuk masyarakat membangun fasilitas di berbagai destinasi wisata di Jawa Barat. Pemprov Jawa Barat terus mendorong hadirnya investasi di bidang industri wisata, khususnya untuk jasa akomodasi,  restoran dan lainnya, terutama di kabupaten/kota serta kawasan wisata yang belum memiliki amenitas wisata berstandar internasional.

Selain itu, menyikapi perkembangan pariwisata dunia yang saat ini sudah masuk dalam generasi industri keempat, yaitu industri berbasis teknologi digital, Wagub menghimbau para pelaku industri wisata di Jawa Barat untuk melakukan perubahan dari pola konvensional menjadi digital, serta terus meningkatkan inovasi penawaran dengan pola cross-selling dan up- selling, sehingga dapat semakin memperkuat posisi tawar Jawa Barat sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia dan juga di kawasan Asia Tenggara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved