Harap Waspada! WhatsApp Bisa Bongkar Kehidupan Pribadimu Lho. Begini Caranya
Rob Heaton membuat ekstensi Chrome untuk mengamati dan merekam aktivitas online semua kontak WhatsApp-nya.
TRIBUNJABAR.CO.ID - WhatsApp memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi untuk memata-matai pola tidur seseorang, mulai dari jam tidur, jam bangun, hingga lamanya waktu tidur.
Kelemahan ini muncul dari fitur “last seen” pada WhatsApp.
Fitur tersebut memungkinkan pengguna tahu kapan seseorang terakhir kali membuka WhatsApp.
Polemik Transportasi Online Belum Selesai, Pria Ini Beri Tantangan untuk Pegawai Dishub: Wani Teu? https://t.co/fdI4VPOiYL via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 13, 2017
Meski begitu, seberapa banyak pengguna yang mengatur agar last seen tidak bisa dilihat siapa pun?
Tampaknya tidak banyak.
Baca: Waspada Potensi Gelombang Hingga 3 Meter di Perairan Selatan Jawa Barat
Yang berbahaya, orang lain yang bahkan tak memiliki keterampilan teknis tingkat tinggi mampu mengumpulkan data last seen seseorang di WhatsApp, menganalisis, dan mengetahui seperti apa pola tidurnya.
Setidaknya begitu menurut seorang software engineer bernama Rob Heaton.
Sebelumnya, Rob Heaton juga pernah mengumbar celah keamanan pada Facebook dan Tinder.
Langkah eksploitasi WhatsApp didemonstrasikan Rob Heaton dengan akses web melalui peramban Chrome untuk desktop.
Rob Heaton membuat ekstensi Chrome untuk mengamati dan merekam aktivitas online semua kontak WhatsApp-nya.
Dari situ muncul data-data yang tersusun rapi dan bisa dianalisis terkait pola tidur.
Baca: Tahukah Anda? Mulai 31 Oktober Ada Aturan Registrasi Ulang Kartu Prabayar Lho. Simak Caranya di Sini
Hal yang lebih mengerikan, eksploitasi ini bisa menunjukkan siapa saja kontak WhatsApp yang saling berhubungan, sebagaimana dilaporkan TheNextWeb dan dihimpun KompasTekno, Rabu (11/10/2017).
Caranya tinggal mencocokkan pola aktivitas online kontak A dan kontak B di WhatsApp.
Jika polanya benar-benar sama dan mereka diketahui saling kenal, kemungkinan besar mereka chatting dengan intens di WhatsApp.
Menurut Rob Heaton, eksploitasi ini mudah dikembangkan untuk skala lebih besar.
Baca: Alumnus Indonesian Idol Ini Melahirkan Sebulan Lebih Cepat Akibat Preeklamsia, Ibu Hamil Harus Tahu!
Dengan begitu, oknum tertentu bisa menjual data analisis dari eksploitasi WhatsApp ke para pengiklan atau perusahaan pihak ketiga.
Misalnya saja perusahaan obat tidur yang menyasar orang-orang dengan pola tidur buruk.
Data analisis dari eksploitasi WhatsApp tentu sangat berfungsi.
Hingga kini anak usaha Facebook tersebut belum berkomentar. (Kompas.com/Fatimah Kartini Bohang)
Berita ini telah diterbitkan oleh Kompas.com dengan judul Eksploitasi WhatsApp Beberkan Pola Tidur dan Teman Chat