Menteri Ketenagakerjaan Siapkan Training Skill untuk Para Pekerja yang Posisinya Tergeser Teknologi

Ada dua golongan pekerja di Indonesia yang posisinya rawan tergeser oleh teknologi, yaitu golongan Working Poor dan pekerja ter-PHK.

Kementrian Ketenagakerjaan
Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ada dua golongan pekerja di Indonesia yang posisinya rawan tergeser oleh teknologi, yaitu golongan working poor dan pekerja ter-PHK.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dhakiri, menjelaskan working poor adalah warga yang sudah mendapatkan pekerjaan tetapi tetap hidup miskin.

60% golongan working poor ini didominasi oleh lulusan SD dan SMP.

"Golongan ini stuck ga punya karir. Tetap jadi operator selama 20 tahun. gak bisa naik jabatannya, karena kompetensinya gak punya," ujar Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (11/10/2017).

Karena tidak punya bekal skill dan pendidikan, golongan working poor ini akan gabung ke serikat pekerja untuk demo perihal kenaikan upah setiap tahunnya.


Sementara itu, gologan pekerja ter-PHK ini adalah konsekuensi dari digitalisasi yang semakin populer, murah, dan efisien.

"Coba saja lihat pembangunan LRT, kalian pasti heran bangun lintasan LRT tapi kok pekerjanya dikit? yaitu karena teknologi. Pakai mesin kerjanya. lebih cepat," ujar Hanif Dhakiri.

Ia juga menceritakan bagaimana 48 ribu teller di perbankan di Eropa dipecat akibat perkembangan teknologi

Halaman
12
Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved