Sabtu, 11 April 2026

Darpa Nagari II Suguhkan Batik Khas Jabar Bertajuk ''Geulis'', Koleksi Terbaru Bertipe Feminim

Pada acara kali ini, busana yang ditampilkan lebih difokuskan kepada batik khas Jawa Barat atau Batik Sunda

Tribun Jabar/Cipta Permana
Sejumlah model memamerkan berbagai busana batik karya terbaru dari desainer muda Vivia Setiawan dengan tajuk "Geulis" di atrium Paskal HyperSquare, Jalan Pasirkalilki, Kota Bandung, Minggu (8/10/2017). 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG‑ Setelah sukses menggelar kegiatan pertamanya pada Agustus 2017, Darpa Nagari menggelar acara keduanya guna menyuguhkan karya terbaik dalam hal busana batik di Paskal HyperSquare, Bandung, pada 6‑8 Oktober 2017.

Dengan mengusung tema "Bale Batik Pasundan", Vivia Setiawan, Perancang dan Sutradara Kreatif dari SA/VI official, mengatakan, bersama EO Miracle Entertainment membutuhkan waktu sekitar tiga pekan untuk mempersiapkan agenda kedua ini.

Pada acara kali ini, busana yang ditampilkan lebih difokuskan kepada batik khas Jawa Barat atau Batik Sunda, yaitu batik Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Pada event sebelumnya menampilkan berbagai batik khas Jawa Tengah.

Model memamerkan berbagai busana batik karya terbaru dari desainer muda Vivia Setiawan dengan tajuk
Model memamerkan berbagai busana batik karya terbaru dari desainer muda Vivia Setiawan dengan tajuk "Geulis" di atrium Paskal HyperSquare, Jalan Pasirkalilki, Kota Bandung, Minggu (8/10/2017). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Berbagai desain modern yang ditampilkan oleh SA/VI pada setiap karyanya tidak menghilangkan kesan keindahan tradisional yang khas akan budaya Indonesia.

Via sapaan dari Vivia, mengaku mendeisain berbagai model pakaian dengan batik karena terinspirasi oleh rasa traumanya pada sebuah tragedi di tahun 1998 plus ramainya isu perpecahan di dalam negeri saat ini.

Baca: VIDEO-- Aksi Kocak Michael Essien di Latihan Persib Bandung Jelang Lawan Barito Putera

Ia ingin menyuarakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu harus tetap berjalan, termasuk melalui karya dalam bidang yang ia geluti, yaitu fesyen batik.

Menurutnya, batik merupakan sesuatu yang sangat kental dengan identitas Indonesia.

"Kebetulan saya mulai menyukai dan mengoleksi berbagai kain itu dari SMP dan saya terus menekuni usaha batik hingga saat ini. Ditambah saya juga berkuliah dengan mengambil jurusan fashion design di satu universitas di Singapura," ujar perempuan kelahiran  Bandung 1 Juni 1994 di sela kegiatan, Minggu (8/10/2017).

Pada event Darpa Nagari II kali ini, Via sengaja menambahkan sebuah bale atau pendopo yang diletakkan di tengah Atrium dari mall Paskal Hyper Square.

Hal itu bertujuan agar nuansa desa khas Indonesia, termasuk budaya Sunda tidak hilang. Konsep itu juga untuk membangkitkan nostalgia bagi para pengunjung.

Tujuan acara ini, kata Via, ia ingin masyarakat Bandung, khususnya generasi muda memiliki kecintaan yang sama akan kekayaan budaya Indonesia, termasuk batik, agar kekayaan Indonesia lainnya tidak diambil alih negara lain.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved