Rabu, 8 April 2026

Hebat, Jalan Siliwangi dan Padjadjaran Jadi yang Terpanjang di Ring Road Yogyakarta

Ada enam nama jalan yang diresmikan dalam kesempatan ini, di antaranya Jalan Siliwangi, Jalan. . .

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bersama Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan didampingi Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat resmikan jalan di Yogyakarta, Selasa (3/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.CO.ID, YOGYAKARTA - Peresmian nama jalan arteri (Ring Road) di Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dilakukan dengan hadir para pejabat daerah setempat maupun Jawa Barat, seperti Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sekretaris Daerah Jawa Timur, Ahmad Sukardi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, perwakilan Mahkamah Agung, dan Anggota DPR RI, Popong Djundjunan, Selasa (3/10/2017).

Ada enam nama jalan yang diresmikan dalam kesempatan ini, di antaranya Jalan Siliwangi, Jalan Pajajaran, Jalan Brawijaya, Jalan Majapahit, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Prof Dr Wirjono Projodikoro SH. 

Adapun panjangnya dari setiap jalan tersebut, Bupati Sleman, Sri Purnomo menjelaskan bahwa Jalan Arteri (Ring Road) merupakan jalan nasional yang telah ada sejak 1994 dan dipakai sepenuhnya pada 2010. Arteri dibagi tiga bagian, yaitu Arteri Utara Barat, Arteri Utara, dan Arteri Selatan. 

"Jalan Siliwangi panjang 8.58 km, Jalan Pajajaran 10 km, Jalan Majapahit 3.08 km, Jalan Ahmad Yani 6.50 km, Jalan Brawijaya 5.84 km, dengan total panjang jalan seluruhnya 36.73 km," katanya. 

Sekretaris Daerah Jawa Timur, Ahmad Sukardi, mengungkapkan kebanyakan nama-nama jalan di Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY diambil dari nama-nama kerajaan masa lampau.

Dia juga menyebut permasalahan masa lampau hingga kini masih saja diingat oleh turunan, terutama dalam peristiwa pernikahan, seperti contoh seorang dari Padjajaran susah menikah dengan yang berasal dari Jawa.

Tetapi, justru faktanya saat ini banyak yang menikah tidak meminta restu kepala adat. 

"Jadi inilah saatnya bagi kami generasi selanjutnya untuk tidak mengkotak-kotakan, tetapi mari bangun DIY dan Jatim ke depan demi kesejahteraan warga di Jawa," ucapnya. 

Senada dengan Sukardi, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan pun sependapat dengan hal itu.

Bagi Aher, gagasan melalui nama jalan ini bagian dari membangun persaudaraan yang kokoh antardua suku besar di Indonesia, yakni suku Jawa dan Sunda. 

"Dua suku besar telah ditakdirkan bersatu kembali guna melahirkan kesepakatan-kesepakatan penting terutama di Indonesia. Peristiwa masa lalu biarlah menjadi masa lalu. Tapi, jangan sampai menimbulkan permusuhan ke anak cucu di dua etnis yang secara psikologis sejarah ada ganjalan, usai dahulu adanya perang Bubat," jelas Aher. 

Dalam peresmian ini juga hadir para tokoh masyarakat, budayawan/seniman dan akademisi, seperti Darmawan Hardjakusumah atau yang lebih dikenal Kang Acil Bimbo, Ketua AMS, Noeri Ispandji, dan pemerhati budayawan sejarah Lucky Hendrawan (Kang Uci), dan Prof Dr Eddy Jusuf. 

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil juga menyambut baik dengan adanya peresmian nama Jalan Siliwangi dan Pajajaran di Yogyakarta.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved