Jumat, 1 Mei 2026

Kisah Inspiratif

Berawal Dari Keprihatinan Terhadap Lingkungan, Pria Ini Ubah Limbah Jadi Bisnis Potensial

Berawal dari keprihatinan terhadap limbah eceng gondok di Sungai Saguling, Abdus Salam menyulap limbah tersebut menjadi kerajinan bernilai ekonomis.

Tayang:
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Abdus Salam (kanan) di Little West Java, Gedung Sate, Bandung, Jumat (29/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berawal dari keprihatinan terhadap limbah eceng gondok di Sungai Saguling, Abdus Salam menyulap limbah tersebut menjadi sebuah kerajinan bernilai ekonomis.

Ia membuka usaha bernama E-Go Collection yang menjual berbagai macam kerajinan semisal tas dan sandal yang terbuat dari batang limbah eceng gondok.

"Di Bandung Barat, banyak eceng gondok yang menguasai aliran Sungai Saguling. Ini menjadi limbah yang sangat bau. Kalau sudah busuk, kan bau," ujarnya Abdus Salam kepada Tribun Jabar di acara Little West Java, Gedung Sate, Jumat (29/9/2017).

Tas dan sandal tersebut ia jual dengan harga beragam.


Sandal ia jual seharga Rp 20 ribu.

Sedangkan tas ia jual seharga Rp 75 ribu hingga yang termahal Rp 250 ribu.

Abdus Salam mengatakan dalam sebulan, ia mendapatkan omzet sekira Rp 2 juta - Rp 5 juta.

Selain sering mengikuti pameran, ia menjual aneka kerajinan berbahan eceng gondok di gerai UMKM di Lembang, dekat Tahu Tauhid.

Belajar di Yogyakarta

Abdus Salam mengaku mempelajari teknik membuat kerajinan dari bahan eceng gondok ketika sedang berkunjung ke Yogyakarta pada tahun 2008.

Tetapi, ia baru mulai membuat kerajinan ini pada tahun 2010 dan baru dipasarkan pada tahun 2013.

Belum dijual online

Abdus Salam mengaku mengerti jika saat ini sudah zamannya berbisnis secara online.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved