Rabu, 15 April 2026

Viral di Media Sosial, Pemilik Tempat Laundry Khusus Muslim Ini Kena Amuk Sultan

Baru-baru ini publik Johor, Malaysia dibuat heboh dengan adanya jasa laundry (penatu) khusus Muslim. Penatu khusus Muslim tersebut secara cepat ...

Penulis: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra | Editor: Futhuriyyah Rufaidah Mahendra
World of Buzz

TRIBUNJABAR.CO.ID - Baru-baru ini publik Johor, Malaysia dibuat heboh dengan adanya jasa laundry (penatu) khusus Muslim.

Penatu khusus Muslim tersebut secara cepat menjadi perbincangan warganet di Malaysia.

Dalam sebuah foto terlihat papan bertuliskan 'Untuk Pelanggan Beragama Islam Sahaja' yang berarti selain Muslim tak boleh mencuci di sana.


Dilansir dari World of Buzz, setelah foto tersebut viral di media sosial Malaysia, sang pemilik akhirnya buka suara.

Pria berumur 40 tahun itu menjelaskan bahwa dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang Muslim yang baik.

Ia juga menambahkan, mengekseklusifkan Muslim tidak berarti dirinya rasis.

"Bagi umat Islam, ini bukan hanya pakaian bersih tapi tentang kebersihan secara keseluruhan," ujar sang pemilik penatu.

"Saya hanya menyediakan jalan bagi umat Islam untuk melakukan itu," tambahnya.

Penatu khusus Muslim di Johor, Malaysia
Penatu khusus Muslim di Johor, Malaysia (World of Buzz)

Baca: Lihai Bener! Ngaku Sebagai Pilot Maskapai Terbaik di Dunia, Pemuda Ini Sukses Tipu 50 Lebih Wanita

Kehadiran penatu khusus Muslim itu akhirnya sampai di telinga Sultan Johor, Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar.

Rupanya sang sultan tak setuju atas tujuan penatu itu dan mengungkapkan kemarahannya.

"Saya tidak bisa menerima omong kosong ini. Ini adalah Johor yang merupakan milik Bangsa Johor dan merupakan milik semua ras dan kepercayaan," ungkap Sultan Ibrahim.

"Sebagai Kepala Islam di Johor, saya merasa tindakan ini sama sekali tak dapat diterima karena ini bersifat ekstremis," tambahnya.

Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar
Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar (World of Buzz)

Pemilik penatu khusus Muslim itu lalu diperintahkan untuk menutup penatunya oleh sultan atau akan ditutup secara paksa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved