Ini Senjata Api yang Dipesan Polri Dari PT Pindad
Mabes Polri memastikan 5.000 senjata api yang dipesan Polri dari PT Pindad bukan jenis senjata serbu.
Kemudian, pada bagian pejera sudah menggunakan standar internasional, yaitu post and notch yang bisa digeser ke kanan dan kiri untuk menyesuaikan dengan arah, kecepatan, dan kekuatan angin.
Pengadaan senjata tersebut saat ini belum terealisasi sepenuhnya.
Namun, dipastikan 15.000 senjata tersebut sudah tersedia pada tahun ini.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut bahwa polisi di lapangan rentan diserang oleh kelompok teroris.
Ia mencontohkan, anggota sabhara yang jadi korban bom Kampung Melayu dan polisi lalu lintas yang diserang di Tuban.
Namun, mereka tidak dilengkapi alat membela diri yang cukup seperti senjata api.
Karena itu, Polri perlu mempersenjatai petugas yang berada di kawasan rawan teror berdasarkan peta intelijen.
"Kalau untuk anggota lalu lintas kemudian untuk daerah rawan serangan ini, kami bisa berikan kelengkapan senjata produksi dalam negeri paling utama," kata Tito.
Penulis: Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul: Polri: Senjata yang Kami Pesan Bukan Senjata Serbu, tetapi untuk Melumpuhkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/setyo-wasisto_20170701_013545.jpg)