Selasa, 26 Mei 2026

Deretan Kepala Daerah Ditangkap KPK Selama 2017, Berparas Cantik hingga Ganteng

Inilah jejak KPK selama tahun 2017 berhasil menangkap enam kepala daerah. Mulai dari Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi hingga Gubernur Bengkulu

Tayang:
kompas.com
Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi 

TRIBUNJABAR.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian gencar melakukan operasi tangkap tangan.

Lagi-lagi, pelaku yang ditangkap KPK sebagian besar adalah kepala daerah,pejabat di daerah serta pihak swasta yang menyuap sang kepala daerah.

Inilah jejak KPK selama tahun 2017 berhasil menangkap enam kepala daerah.

Termasuk yang teranyar yakni Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi yang ditangkap pada Jumat (22/9/2017) malam hingga Sabtu (23/9/2017) dini hari.

Baca: Kehilangan Ezechiel NDouassel, Persib Bandung Punya 2 Tenaga Baru Hadapi Bhayangkara FC

1. Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi

Jumat (22/9/2017) hingga Sabtu (22/9/2017), KPK menangkap 10 orang di kawasan Banten. KPK mengamankan 10 orang, di antaranya kepala daerah, pejabat dinas dan swasta. Kepala daerah yang ditangkap KPK adalah Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi.

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi
Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi (kompas.com)

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan 10 orang yang diamankan diindikasikan terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu Kabupaten/Kota di Banten."Ada uang ratusan juta yang diamankan sebagai barang bukti," kata Febri.

2. Wali Kota Batu Eddy Rumpoko

Sepekan sebelumnya, KPK juga menangkap tangan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di Jawa Timur, Sabtu (16/9/2017).

Dari lima orang yang ditangkap dalam OTT tersebut, KPK menetapkan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko sebagai tersangka. KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan dan seorang pengusaha, Filipus Djap.

Baca: Ini Kuliner Khas Sunda dan Tempat Favorit Cok Simbara di Bandung

Ketiganya terlibat dalam kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkot Batu tahun anggaran 2017. Eddy Rumpoko dan anak buahnya, Edi, berperan sebagai penerima suap dan Filipus sebagai pemberi.

3.Bupati Batubara Arya Zulkarnain

Tiga hari sebelumnya yakni 13 September 2017, KPK melakukan OTT di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. KPK menangkap tangan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain karena diduga menerima suap dari pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved