Pemerhati Lingkungan Pertanyakan Keaslian Artefak Baru di Museum Sri Baduga
Pemerhati lingkungan dan penggiat budaya Sunda mengunjungi Museum Sri Baduga Bandung untuk melihat artefak yang baru saja ditemukan.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pemerhati lingkungan dan penggiat budaya Sunda mengunjungi Museum Sri Baduga Bandung untuk melihat artefak yang baru saja ditemukan.
Pemerhati lingkungan Iyus Rusmana mengatakan kedatangannya ke Museum Sri Baduga adalah untuk mengklarifikasi apalah benda artefak yang ditemukan itu benar atau tidak keasliannya.
Ia berharap klarifikasi segera dilakukan oleh pemerintah dan dilakukan penelitian supaya masyarakat tenang dan tidak berpikir klenik.
"Penelitian harus cepat supaya tidak simpang siur informasinya dan segera tahu hasilnya bagaimana," ujar Iyus Rusmana di Museum Sri Baduga, Jalan BKR No 185, Senin (18/9/2017).
Sewa MUA Kondang untuk Acara Pernikahannya, Alumnus Puteri Indonesia Ini Justru Dibongkar Boroknya https://t.co/S5wQUD6huP #TribunJabar pic.twitter.com/djPWXQUrvL
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 18, 2017
Bentuk artefak yang berkepala gajah memiliki belalai dan badannya seperti naga menjadi pembicaraan masyarakat dan seringkali dianggap klenik.
Di bagian lehernya yang memanjang seperti naga terdapat lima batu mulia yang melingkar berwarna-warni.
Menurut Iyus Rusmana, jika hasil penelitian sudah keluar, masyarakat bisa mengetahui makna filosofis dari artefak yang ditemukan di bukit lalakon.
Ia juga mengatakan segala hal bersumber dari ilmu pengetahuan dan penelitian bisa saja langsung dilakukan di tempat penelitian lainnya tidak di satu tempat.
Selain penasaran dengan bentuk artefak yang ditemukan, pemerhati lingkungan ini juga menanyakan terkait bukit lalakon yang sudah rusak karena pembangunan tol Soroja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/budi-dalton-turut-serta-mengunjungi-museum-sri-baduga_20170918_132459.jpg)