PT BIJB Tawarkan Peluang Bisnis Perawatan Pesawat di Ajang AMROI 2017
PT BIJB menawarkan peluang investasi di kawasan bandara dan aerocity BIJB di Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada . . .
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) menawarkan peluang investasi di kawasan bandara dan aerocity BIJB di Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada ajang Aviation MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Indonesia (AMROI) 2017.
Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan ajang AMROI 2017 menjadi kesempatan untuk menyampaikan perkembangan dan peluang di BIJB terutama bagi para pelaku bisnis perawatan, perbaikan dan overhaul pesawat terbang.
“Kami mengharapkan bisa bekerja sama dengan para stakeholder MRO di seluruh dunia,” katanya dalam rilis korporasi, Kamis (14/9/2017).
Baca: Laga Ditunda - Persib Rugi Hampir Rp 100 Juta, Umuh Berharap PT LIB Lakukan Ini
Menurut Virda, sejak 2,5 tahun lalu BUMD tersebut berdiri dan oleh Pemprov Jawa Barat melalui peraturan daerah Nomor 22 dan 23 Tahun 2013, pihaknya mendapat tugas membangun bandara dan aerocity berkelas dunia di Kertajati, Majalengka.
“Dalam prosesnya kami menyadari bahwa kami tidak hanya sedang membangun sebuah bandara atau kawasan saja atau hanya sekedar membangun pintu gerbang saja, sebuah gerbang untuk lalu lintas orang dan barang saja terapi sebuah gerbang untuk meningkatkan ekonomi Indonesia khususnya Jawa Barat,” tuturnya.
Virda memaparkan BIJB adalah gerbang yang diharapkan bisa melayani pesawat berbadan lebar,dengan kapasitas 121.000 meter persegi terminal penumpang dan 90.000 meter persegi untuk terminal kargo.
Kiper Filipina Bikin Heboh Jelang Indonesia vs Thailand,Netter: Datanglah ke Indo, Kamu Banyak Fans https://t.co/VSQA7ywJq5 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 14, 2017
Untuk melaksanakan tugas dari Pemerintah, PT BIJB akan mengembangkan bandara dan kawasan aerocity.
“Rencananya ada 6 cluster di aerocity yang akan kami kembangkan,” ujarnya.
Dipaparkan Virda, dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat merencanakan akan mengembangkan 3 metropolitan dan 3 pusat pertumbuhan ekonomi baru, masing masing akan dilengkapi dengan bandara bandara yang akan terkoneksi ke BIJB.
Ini Penyebab Laga Borneo FC vs Persib Bandung Ditunda https://t.co/jNcxNroP5G via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) September 14, 2017
“Ada potensi market yang bisa dipertimbangkan para pelaku bisnis MRO,” katanya.
Menurut Virda, peluang investasi di kawasan ini makin menarik mengingat saat ini pihaknya bersama Pemprov Jawa Barat tengah mendorong wilayah tersebut masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK). Virda memastikan pengajuan aerocity menjadi KEK akan menjadi insentif bagi para pelaku bisnis di sana.