Rabu, 29 April 2026

Garing dan Pedasnya Gehu Mendoan Sari, Bikin Mata Jeletotan

Sesuai namanya, gehu ini memiliki cita rasa super pedas sehingga pantas disebut jajanan unik khas Bandung.

Tayang:
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Ravianto
fasko dehotman/tribun jabar
Tampilan gerobak Mendoan Sari yang sederhana. Di dalam gerobak tersebut tampak sejumlah gehu pedas, pisang kipas, dan tempe. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Gehu pedas merupakan satu di antara variasi tahu goreng tepung yang fenomenal di Bandung.

Ciri khas penganan ini adalah isian tauge dicampur irisan wortel serta cabe rawit tumbuk.

Sesuai namanya, gehu ini memiliki cita rasa super pedas sehingga pantas disebut jajanan unik khas Bandung.

Selain itu, nama gehu juga berasal dari singkatan “toge-tahu”.


Namun, untuk gehu pedas ini, isiannya tidak selalu toge.

Melainkan, juga divariasikan menggunakan kol, bihun, dan wortel, bahkan ada juga yang menambahkan daging cincang dan udang.

Bahan isian ini ditumis dengan bumbu rempah dan cabai, sedangakn tahunya sendiri dibalut dengan adonan terigu.

Gehu pedas ini rasanya benar-benar sedap dengan tekstur yang garing dan renyah.

Pergeseran gaya hidup dan rasa kangen dan cinta orang Sunda, maka kini hadir gehu pedas yang lebih simpel cara makannya.

Karena rasa pedas sudah dihadirkan langsung di dalam isi tahu.

Paduan campuran sayuran kol dan wortel menambah kaya gehu akan nilai protein nabatinya.

Baca: Bungkam Myanmar 2-1, Ini Posisi Timnas Indonesia U-18 di Grup B Piala AFF 2017

Baca: Seniman di Bandung Ini Memproduksi Barang Langka, Produk Kulitnya Dipahat, Artistik Banget

Pada umumnya, gehu pedas yang dijumpai memiliki ukuran yang cukup besar dibandingkan goreng tahu isi.

Khusus di Kota Bandung, Anda akan begitu mudah menemukan jajanan cemilan ini.

Karena beberapa di pinggiran jalan, banyak penjual gehu pedas yang mangkal dengan gerobaknya.

Satu di antaranya yang menyajikan gehu pedas yang lezat adalah Mendoan Sari.

Mendoan Sari ini terletak di Jalan Buah Batu No.31, Malabar, Lengkong, Kota Bandung.

Letaknya persis di depan Fuji Image Plaza, dan di simpang Jalan Kh. Ahmad Dahlan.

Mendoan Sari hanya berupa gerobak sederhana dengan atap tenda seadanya.

Gerobak tersebut berbalut warna krem di sekujur gerobaknya, lalu pada bagian kaca gerobaknya bertuliskan merek Mendoan Sari.

Selain itu, tampak pula wajan berukuran besar untuk menggoreng, pada bagian belakang gerobak.

Serta tampak beberapa bangku pelastik di dekat gerobaknya.

Gerobak Mendoan Sari ini menjual gehu pedas yang berukuran jumbo sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Sajian gehu pedas buatan gerobak Mendoan Sari.
Sajian gehu pedas buatan gerobak Mendoan Sari. (fasko dehotman/tribun jabar)

Untuk gehunya sendiri, berbentuk petak dengan beberapa kerak - kerak tepung yang menempel di bagian tahunya.

Saat gehunya digigit, terdengar bunyi kriuk - kriuk dari kulit gehu, dan terasa garing garing di mulut.

Lalu, terasa pedas gurih saat irisan kol di dalam gehu menempel di lidah.

Pada bagian sayur kolnya, tampak bewarna kemerah - merahan, yang dihasilkan taburan cabai di dalamnya.

Cemilan gehu pedas ini sungguh nikmat bagi Anda pecinta pedas, bahkan cukup mengeyangkan di perut Anda karena ukuran gehunya yang cukup besar.

Subiantoro Si pemilik gerobak Mendoan Sari menuturkan, mulai mangkal di Jalan Buah Batu ini sejak 2013 lalu.


Subiantor mengaku, mendapatkan resep membuat gehu padas, didapatkannya saat bekerja dengan pamannya di Banjaran sebagai tukang gorengan.

"Saat itu saya membantu Paman Saya di sana, akhirnya pindah ke Bandung untuk membuat usaha sendiri, dan tidak lupa membawa resepnya kesini," ujar Subiantoro kepada Tribun Jabar, Selasa (5/9/2017).

Subiantoro menjelasakan, bahan - baham gehu pedas buatannya terdiri dari tahun kuning, sayuran kol, wortel, dan cabai.

Subiantoro lebih memilih isiaan sayuran kol dan wortel, karena isian tersebut lebih tahan lama dan tidak cepat basi.

Bagi Anda yang ingin mencicipi sajian gorengan lainnya, gerobak ini turut menyediakan pisang kipas dan tempe yang juga berukuran besar.

Untuk pisang kipasnya, Subiantoro meggunakan pisang tanduk.

Pisangnya terasa manis dan gurih saat dilahap, sedangkan tempenya tidak garing karena tipis pada daging tempenya.


Bagi Anda yang tertarik mencobanya, satu potong gehu pedas Gerobak dihargai Rp 2.500.

Sedangkan pisang kipasnya dihargai Rp 3.000 dan tempe gepenyanya Rp 2.500, sangat murah bukan?

Jam operasional Gerobak dibuka setipa hari pada pukul 16.00 WIB - 23.00 WIB, yang terkadang cepat ludes hingga pukul 21.00 WIB. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved