Breaking News:

Hakim Perintahkan Terdakwa Kasus SMAK Dago untuk Menghadiri Persidangan

Toga mengatakan, dokter yang memeriksa kedua terdakwa tidak bisa menentukan apakah bisa hadir atau tidak ke persidangan.

Penulis: Ichsan | Editor: Ichsan
net
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, mendesak kedua terdakwa kasus dugaan penggunaan keterangan palsu dalam Akta Notaris Resnizar Anasrul Nomor 3/18 November 2005, yang dijadikan dasar menggugat aset nasionalisasi SMAK Dago, dihadirkan pada persidangan berikutnya.

Perintah itu disampaikan hakim setelah lima kali persidangan, kedua terdakwa yaitu Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti Pattiwael tak pernah hadir dengan alasan sakit.

"Perlu didiagnosa apa penyakitnya supaya jelas. Jangan hanya berdasarkan surat keterangan dokter yang bilang sedang sakit. Tapi apa memang benar-benar sakit sehingga tidak bisa ikut persidangan? Itu harus dokter spesialisasi yang menentukan," ujar Ketua Majelis Hakim Toga Napitupulu SH di PN Bandung, Rabu (30/8/2017).

Baca: Pekerja Ini Dua Jam Harus Menahan Sakit, Kakinya Tertimpa Tembok Besar yang Sulit Diangkat

Toga mengatakan, dokter yang memeriksa kedua terdakwa tidak bisa menentukan apakah bisa hadir atau tidak ke persidangan. Dengan begitu, perlu pemeriksaan mendalam dari dokter spesialisas yang akan menyampaikan hasilnya. Dan dokter itu harus dokter ahli dari pemerintah atau ditunjuk pengadilan.

"Kalau memang sedang sakit, hanya minta persidangan mohon ditunda hingga sembuh. Tapi bukannya tidak pernah hadir. Makanya perlu mendalam didiagnosa agar diminta kesimpulan penyakitnya, apakah bisa dihadirkan dalam persidangan," ujar Toga.

"Tidak cukup hanya satu dokter yang menentukan kondisi penyakit kedua terdakwa, harus ada dari pemerintah atau pengadilan dan dokter pribadi," kata Toga.


Jaksa Penuntut Umum dari Kejati Jabar, Suharja SH mengatakan, pihaknya akan menaati perintah Majelis Hakim dengan membawa dokter ahli dari pemerintah guna memeriksa kedua terdakwa.

"Kami pasti patuhi permintaan hakim. Kami akan periksa kesehatan kedua terdakwa oleh dokter yang disetujui pengadilan. Kami akan usahakan kedua terdakwa dapat hadir di persidangan selanjutnya," ujar Suharja.

Majelis Hakim memutuskan sidang kembali dilanjutkan pekan depan pada 6 September 2017. Selama lima kali persidangan, hanya terdakwa Gustav yang hadir sebanyak tiga kali, sedangkan dua lainnya tidak pernah hadir dengan dalih sakit.


Sebelumnya, pihak pengelola SMAK Dago, YBPSMKJB, melaporkan Edward Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy dengan dugaan menggunakan Akta Notaris yang berisi keterangan palsu untuk menggugat aset nasionalisasi SMAK Dago.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved