Wapres Jusuf Kalla Apresiasi KPK Terkait Penangkapan Dirjen Hubla
"Ya memang tidak semua bisa dijaga di mana pun, apalagi kita negara besar begini, begini banyak pejabatnya," kata dia.
Tonny sebelumnya mengakui bahwa uang di 33 tas tersebut merupakan pemberian dari pihak yang mengucapkan terima kasih kepadanya.
Tanda terima kasih itu, kata Antonius Tonny Budiono, dari pihak yang menang tender.
Tiga Keluarga Ini Hanya Bisa Makan Kulit Singkong, Anak Sempat Menolak Tapi Akhirnya Menerima https://t.co/GyBs4s0Ci3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 25, 2017
"Mereka datang mengucapkan terima kasih karena saya ajari kalian harus tender profesional, ikutin admin, teknis dan harga yang wajar dan termurah, mereka berhasil sebagai pemenang, akhirnya memberikan sesuatu," kata Antonius Tonny Budiono, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (25/8/2017).
Antonius Tonny Budiono mengakui kalau menerima pemberian tersebut sebagai perbuatan melanggar hukum. Ia pun mengaku khilaf dan meminta maaf.
Ia memperkirakan, uang dalam 33 tas itu dikumpulkan sejak 2016. Namun, dari proyek apa saja, Antonius Tonny Budiono mengaku tak mengingat persis.
Berita ini tayang di Kompas.com berjudul Wapres Puji KPK Terkait Penangkapan Dirjen Hubla
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dirjen-perhubungan-laut-hubla-kemenhub-antonius-tonny-budiono_20170825_101018.jpg)