Usung Ridwan Kamil Jadi Cagub, NasDem Pastikan PPP dan PKB Merapat
Saan Mustopa mengatakan selama ini terdapat sejumlah partai yang menyodorkan nama calon wakil gubernur untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Partai Nasional Demokrat (NasDem) belum mau berbicara mengenai nama calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018.
Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Saan Mustopa, mengatakan pemilihan sosok yang akan mendampingi Ridwan Kamil selayaknya dilakukan sebaik dan seteliti mungkin.
Prosesnya adalah melalui seleksi secara obyektif terhadap sejumlah nama.
Saan Mustopa mengatakan selama ini terdapat sejumlah partai yang menyodorkan nama calon wakil gubernur untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.
Baca: Kejati Jabar Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa yang Benar kepada 5.312 Kepala Desa se-Jabar
PAN diketahui berharap dapat menyandingkan Bima Arya dengan Ridwan Kamil, seperti yang diungkapkan langsung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu.
"NasDem menghargai PAN, dan tentunya siap untuk berkoalisi. Tapi kami tidak ingin berbicara soal wakil dulu saat ini," kata Saan di Bandung, Kamis (24/8/2017).
VIDEO: Viral Pelaku Pungli Terhadap Pendaki di Gunung Guntur Garut Bawa Golok https://t.co/BgiY6s1xKb via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 24, 2017
Selain PAN, katanya, PPP, PKB, dan Hanura pun telah menyerahkan nama untuk disandingkan dengan Ridwan Kamil.
Seperti PPP yang menawarkan Uu Ruzhanul Ulum atau Asep Maoshul, PKB yang menawarkan nama Cuncun Ahmad Syamsurijal, dan Hanura yang menawarkan nama Aceng Fikri.
Saan mengatakan berbeda dengan PAN yang akan langsung mencabut dukungan jika Bima Arya tidak terpilih, ketiga partai lainnya tidak memaksakan kadernya harus menjadi calon wakil gubernur.
Karenanya, NasDem mengusulkan proses seleksi dilakukan sebaik mungkin untuk menentukan kandidatnya.
Seleksi, katanya, bisa saja dilakukan dengan menggunakan survey popularitas dan elektabilitas, juga komunikasi lainnya dengan partai-partai pengusung.
Dengan mekanisme tersebut, katanya, jalinan koalisi partai pengusung Ridwan Kamil akan lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/saan-mustopa_20170310_165154.jpg)