Berkat Kain Jins, Kawasan Jalan Tamim Kian Tenar
Sejak tahun 1960-an, Jalan Tamim dikenal sebagai pusat penjualan kain terbesar di Bandung.
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sejak tahun 1960-an, Jalan Tamim dikenal sebagai pusat penjualan kain terbesar di Bandung.
Tidak hanya menjual kain untuk bahan membuat pakaian, sentra kain di Jalan Tamim ini juga menjual aneka kain batik dan kain jins.
Pasar ini makin tenar sejak bahan jins menjadi tren di kalangan anak muda di tahun 1990-an.
Hingga saat ini, hampir semua kios di kawasan Jalan Tamim menjual bahan jins.
Kios di kawasan Jalan Tamim menjajakan berbagai macam bahan katun dan jins berukuran rol besar.
"Hingga sekarang semua penjual di Gang Tamim menjual bahan jins," ujar Acong pegawai PD Tejin, kepada Tribun Jabar, Rabu (23/8/2017).
Acong mengatakan, selain menyediakan bahan katun, di PD Tejin juga banyak menyediakan bahan jins.
"Kami menyediakan banyak bahan jins, untuk meningkatkan penjualan khususnya anak muda, dan peminat jins pun tetap meningkat hingga saat ini," ujar Acong.
Acong menjelaskan, satu rol besar kain jins biasanya sepanjang 60 hingga 100 yard (1 yard = 0,91 meter), dengan tinggi 1,5 meter.
Rata-rata per yardnya dihargai Rp 12.500 - Rp 30.000, tergantung kualitas bahan.
"Harga tersebut berlaku untuk pembelian grosir minimal satu rol," jelas Acong.
Sedangkan pembelian ritel, kata Acong dihargai mulai Rp 20.000 - Rp 35.000 per meter.
Melalui penjualan kain jins, dalam sebulan Acong mengaku, PD Tejin mampu meraup omzet sekitar Rp 200 juta
Selain itu, laba bersih dari penjualan kain jins sekitar 10% dari omzet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/beberapa-bahan-jins-yang-dijual-di-pd-tejin_20170824_103341.jpg)