Kamis, 9 April 2026

Kapolda Jabar Ajak Tamu Undangan Bernyanyi Lagu Ayah

Pada acara tatap muka bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan, Selasa (22/8/2017), Anton mengajak sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/DANIEL DAMANIK
Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan mengajak sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pada acara tatap muka bersama Kapolda Jabar, Irjen Pol Anton Charliyan, Selasa (22/8/2017), Anton Charliyan mengajak sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi.

Pada kesempatan tersebut, Anton Charliyan membawakan lagu yang berjudul Kehilangan dan dilanjutkan lagu yang berjudul Ayah.

Anton Charliyan berpesan, melalui lagu Kehilangan, berisikan tentang rasa kehilangan.

"Jangan sampai ada penyesalan, rasa kehilangan akan muncul setelah kita tidak peduli kepada negara kita," kata Anton Charliyan di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo Bandung.

Selanjutnya, seiring berjalannya diskusi, Kapolda Jabar juga mengajak seluruh tamu undangan untuk bernyanyi lagu Ayah.


Saat menyanyikan lagu yang berjudul Ayah, sejumlah tamu undangan terlihat meneteskan air mata.

Kapolda Jabar juga memberikan kesempatan sejumlah tamu undangan untuk bernyanyi.

Saat microphone diberikan langsung oleh Kapolda kepada sejumlah tamu, maka terdengar suara nyanyian bercampur tangisan.

"Tidak masalah kita menangis, itu artinya kita masih peduli terhadap orang tua, khususnya ayah kita," kata Anton Charliyan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan melakukan diskusi kepada sejumlah petinggi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Jawa Barat, Selasa (22/8/2017) di Graha Bhayangkara, Jalan Cicendo, Bandung.

Diskusi yang dilakukan Kapolda Jabar terhadap sejumlah petinggi perguruan tinggi, berkaitan dengan semakin maraknya organisasi yang anti Pancasila dan paham radikalisme.

Anton Charliyan menyampaikan, kondisi saat ini adalah kondisi darurat.

"Karena darurat, maka sikap dan penanganan kami harus luar biasa, tidak bisa yang biasa-biasa," kata Anton Charliyan.

Anton Charliyan menilai, kampus menjadi satu tempat lahirnya embrio yang anti Pancasila.

Maka, menurut Anton Charliyan, sekarang saatnya pihak kampus untuk mengawasi setiap kegiatan di kampus.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved