Putra Pencipta Lagu Bagimu NegRI Luruskan Kesalahan, di Mana?
Saat bertemu dengan Tribun, Sapta juga menyampaikan adanya kesalahan judul lagu nasional Bagimu Negeri yang selama ini dikenal.
“Harusnya itu “Bagimu Neg’RI” bukan “Negeri” itu harus diluruskan. Neg’RI itu berarti Negara Republik Indonesia. Sesuai dengan yang ditulis Bapak,” ucapnya.
Dia menjelaskan dokumen asli lagu Bagimu Negri, masih berada di kediamannya di Yogyakarta. Begitu juga dengan hasil coretan asli Kusbini pada tiga lembar kertas yang sudah sobek karena banyaknya coretan tangan.
Orang Paling Keren di Instagram yang Suka Pamer Kekayaan Kabarnya Terlilit Utang https://t.co/7wwExqdR53 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 17, 2017
Setidaknya, ungkap dia, terdapat lima kali revisi dari lagu yang hanya empat baris tersebut, termasuk ketukan, nada dan lirik terakhir yang diminta langsung oleh Presiden Soekarno untuk diubah.
“Lirik terakhir harusnya Bagimu Negri Indonesia Raya. Tapi diubah menjadi Jiwa Raga Kami. Karena saat tahun 1942, nama Indonesia tidak boleh disebut atau mati ditangan Jepang,” tegasnya.
Dia berharap agar masyarakat Indonesia tahu dan mengerti adanya kesalahan itu dan pemerintah dapat meluruskan hal tersebut agar tidak menjadi bias mana yang benar dan mana yang salah.
Dirinya pun siap jika harus mengeluarkan dokumen keluarganya tentang lagu itu.
“Supaya jelas saja. Meskipun nanti di lafalkannya sama, tetapi judulnya bisa diluruskan, bagaimanapun ini fakta sejarah yang harus benar-benar tertulis yang asli,” kata anak ketujuh Kusbini itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/lagu-padamu-negri_20170817_104334.jpg)