HUT Kemerdekaan RI
Atraksi Reak dan Kuda Lumping, Dominasi Peserta Karnaval Agustusan di Cileunyi
Berbeda dengan karnaval di tempat lain, di sini hampir setiap RW yang mengikutinya turut menabuh dog-dog atau reak
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Atraksi kuda lumping dalam skala besar digelar di Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (17/8/2017) siang. Atraksi ini ditunjukkan dalam Karnaval Agustusan memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.
Berbeda dengan karnaval di tempat lain, di sini hampir setiap RW yang mengikutinya turut menabuh dog-dog atau reak yang dilengkapi seni bangbarongan dan kuda lumping.
Baca: Di Lapas Sukamiskin, Essien Menemui Seseorang di Satu Saung, Siapa Kira-kira yang Ditemuinya?
Dari 24 RW di Desa Cimekar, hanya beberapa RW yang tidak menampilkan reak yang erat dengan kuda lumping.
Gadis Manis Anggota Paskibraka Ini Meninggal Jelang Upacara 17 Agustus https://t.co/0fH6BFI2Mv via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 17, 2017
Ribuan orang pun tumpah ruah mengikuti karnaval dan menyaksikannya di jalan desa. Namun, tetap yang menjadi sorotan masyarakat adalah banyaknya grup reak.
Seni ini masih berkembang di daerah Bandung Timur. Di Desa Cimekar bahkan sangat diminati dari generasi ke generasi, terlihat dari orang yang menabuh dan menyaksikannya mulai dari anak-anak hingga dewasa semua tumpah ruah di jalan desa.
TERPOPULER PERSIB: Ini Dia 5 Artis Cantik Bobotoh Persib dan Benarkah Ezechiel Setara Konate? https://t.co/InNU6kdi2G via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 17, 2017
Suara terompet khas Sunda yang digaungkan melalui pengeras suara dan tebuhan dog-dog saling sahut, dari grup yang satu dengan lainnya.
Jalan desa pun berbeda dengan hari biasanya, kali ini padat seakan tersendat dan mobil pun sulit untuk bergerak.
Wajah Istri Bos First Travel Kok Jadi 'Belang'? Inilah Kronologi Tabrakan Antar Bus di Garut https://t.co/iSS2dAI440 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 17, 2017
Tepuk tangan dan teriakan saat kuda lumping atau bangbarongan beraksi kembali meramaikan suasana. Usai mengelilingi jalan desa rombongan pengikut karnaval kembali ke tempatnya masing-masing.
Pada karnaval tersebut tidak hanya reak atau kuda lumping syang ditampilkan, tapi masih banyak kesenian dan karya lainnya, seperti calung, pencak silat, kosidah, marawis, jampana, menghias kendaraan seperti pesawat, tengwaja, dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/reak_20170817_134224.jpg)