Rabu, 8 April 2026

Menteri Susi Asyik Mengobrol dan Bercanda Bareng Tukang Batu di Sebuah Gubuk

Perbincangan tersebut terjadi di sela-sela kunjungan kerja Susi ke kawasan. . .

Editor: Fauzie Pradita Abbas
(KKP/DIDIK HERIYANTO)
Menteri Susi berbincang dengan nelayan Natuna 

TRIBUNJABAR.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat duduk santai di sebuah gubuk lengkap dengan kursi dan meja yang terbuat dari kayu. Tangan kirinya memegang suguhan camilan, sementara tangan kanannya memegang tatakan cangkir berisi kopi agar cepat dingin.

Susi pun terlibat obrolan santai menggunakan bahasa Jawa dengan sejumlah pekerja pembuatan jalan dan tukang batu. Tidak jarang mereka tertawa lepas, hangat dan santai.

“Kerja di sini penghasilannya berapa sehari?” tanya Menteri Susi setelah menyeruput kopi dari tatakan cangkir dan menyilangkan kaki kanan di atas kaki kirinya.

“Tenaga saya tidak banyak dihargai, jauh-jauh dari Surabaya,” ujar salah satu tukang batu.

“Ya disambi. Sambil menunggu batu, bapak-bapak bisa memancing. Nanti dapat ikan, ikannya bisa dijual,” kata Susi.


“Terus kapan jualnya, ini dapat ikan, batunya sudah datang,” ucapnya, diiringi tawa rekan-rekan tukang batu yang lain.

Susi pun menjawab dengan suara yang berat dan serak ,”Jadi gini pak, malam hari pasang jaring. Bisa ditinggal...”.

Kemudian salah seorang tukang batu memotong perkataaan Susi, ”Minta jaringnya di mana?”

“Minta jaringnya ya di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan),” tukas Susi.

Tawa mereka pun kembali lepas. Terlihat Susi menjelaskan isi pembicaraan itu kepada seseorang yang berada di belakangnya.

Tidak sedikit netizen yang berkomentar dan menggunggah kembali video itu dengan me-mention akun Twitter Susi.

“Terlintas haru melihat begitu dekatnya Ibu @susipudjiastuti ngopi santai dengan masyarakat. Makasih Bu, sehat selalu ya, Allah memberkati @kkpgoid,” tulis akun @henri_mrFNJAYA.

Menurut Susi, dirinya sangat menikmati obrolan dengan para tukang batu saat itu. Perbincangan bermula ketika seorang tukang batu, dengan akses Jawa, memintanya mampir.


Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved