Rabu, 8 April 2026

Cadas Pangeran

Cadas Pangeran, Bagian dari Jalan Raya Pos Anyer Panarukan untuk Pergerakan Arus Informasi

"Jalan itu bukan jalan biasa, tapi berkaitan dengan jalan pos yang dibuat dari Anyer sampai Panarukan," ujar Aom Ahmad.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/SELI ANDINA
Jalan Cadas Pangeran, di Kabupaten Sumerang, Jumat (11/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, SUMEDANG - Budayawan sekaligus pengamat sejarah Sumedang, Raden Moch Ahmad Wiraatmadja (77), mengatakan bahwa sejarah berkaitan satu sama lain.

Begitu pula dengan sejarah panjang jalan paling terkenal di Sumedang, jalan Cadas Pangeran.

Sejarah Cadas Pangeran diceritakan Aom Ahmad, panggilan akrab Raden Moch Ahmad Wiraatmadja, ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Sumedang, Jumat (11/8/2017).

"Jalan itu bukan jalan biasa, tapi berkaitan dengan jalan pos yang dibuat dari Anyer sampai Panarukan," ujar Aom Ahmad.

Jalan Cadas Pangeran, Aom Ahmad mengatakan, merupakan bagian dari De Grote Postweg atau jalan raya pos yang dibangun pada masa Herman Willem Daendels, Gubernur Hindia Belanda di masa itu, pada 1808.

Saat itu, menurutnya lagi, jalan raya pos merupakan hal yang penting untuk pergerakan informasi.

"Mulai dari Anyer kemudian ke Batavia lalu ke Bogor, dari Bogor menuju ke Bandung lalu Sumedang," ujar Aom Ahmad.

Proses pembukaan jalan paling sulit di Jawa Barat terletak di dua titik, yaitu dari daerah Cianjur ke Bandung dan dari Bandung ke Sumedang.

Korban Kerja Paksa

De Grote Postweg atau jalan raya pos yang dibangun pada 1808 di masa Herman Willem Daendels, Gubernur Hindia Belanda di masa itu, merupakan satu diantara even sejarah yang memakan banyak korban.

Banyak warga pribumi yang menjadi korban kerja paksa selama pembangunan jalan raya sepanjang 1044 kilometer.

Satu di antara banyak tempat yang paling sulit dan memakan banyak korban di sepanjang Anyer hingga Panarukan adalah Cadas Pangeran.

Sejarah Cadas Pangeran diceritakan Raden Moch Ahmad Wiraatmadja (77), ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Sumedang, Jumat (11/8/2017).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved