HUT Kemerdekaan RI
3 Pertempuran Penting Rakyat Jabar Mempertahankan Kemerdekaan di Museum Monju
"Banyak perjalanannya, mungkin yang paling terkenal Bandung lautan api, tapi ada beberapa pertempuran yang makan korban Banyak,"
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Kisdiantoro
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Satu yang menjadi perhatian di Museum Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat adalah bagaimana perjuangan rakyat Jawa Barat mempertahankan kemerdekaan dari tahun 1945-1949.
Ketika TribunJabar.co.id berkunjung ke Museum Monumen Perjuangan pada Kamis (10/8/2017) M Rikrik, petugas museum, memperlihatkan beberapa pertempuran penting yang terjadi pada masa itu.
"Banyak perjalanannya, mungkin yang paling terkenal Bandung lautan api, tapi ada beberapa pertempuran yang makan korban Banyak," ujar M Rikrik.
Ini adalah tiga pertempuran yang TribunJabar.co.id nilai penting dalam perjuangan kemerdekaan.
1. Bandung Lautan Api
Siapa yang tidak tahu peristiwa Bandung Lautan Api. Peristiwa yang begitu besarnya muncul sebuah lagu "Halo-Halo Bandung.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa peristiwa membumi hanguskan ini awalnya hanya akan membakar tempat-tempat strategis saja. Dengan harapan akan melemahkan Belanda yang akan menduduki Bandung. Namun, ternyata dalam kepanikan warga Bandung malah berinisiatif membakar rumahnya sendiri tanpa diperintah dari tentara.
Rencana yang berawal adalah untuk menenggelamkan Bandung dengan membendung sungai Cikapundung, namun para pemimpin TNI merasa akan banyak korban dari pihak Indonesia juga. Hingga akhirnya pemimpin Indonesia memilih untuk membumi hanguskan Bandung.
2. Pertempuran Bojong Kokosan
Penyerbuan konvoi Inggris dan Belanda yang baru saja mendarat di Indonesia terjadi di Sukabumi. Konvoi Belanda yang terdiri dari beberapa kendaraan berat dan kendaraan baja malah terperangkap dalam serbuan tentara Indonesia disepanjang jalan.
Dari keterangan Rikrik, tentara Indonesia saat itu memakai segala caranya untuk melemahkan tentara Belanda yang akan menuju Bandung. Ratusan ranjau dan mortir peninggalan Jepang digunakan semaksimal mungkin.
Perkiraan korban dari Belanda dan Indonesia saat pertempuran tersebut itu mencapai ratusan.
3. Pembantaian Rawagede di Karawang