Kamis, 9 April 2026

Ini Pandangan Tokoh Jabar Soal Mosi Integral yang Mempersatukan Indonesia

Pengaruh mosi ini diakui secara umum sangat strategis bagi perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Seminar nasional terkait Mosi Integral Mohammad Natsir dalam upaya pemersatu bangsa, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Sabtu (5/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Maraknya tuduhan sikap intoleran di tengah warga masyarakat menyudutkan ke umat Islam. Sebagai warga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) mesti mengetahui sejarah bangsa, seperti adanya Mosi Integral yang diajukan oleh Mohammad Natsir.

Bertempat di Gedung bersejarah, Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, diselenggarakan seminar nasional dengan tema Mosi Integral 'upaya pemersatu bangsa', Sabtu (5/8/2017), menghadirkan keynote speaker, Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan dan pembicara, antara lain Dadan Wildan (Sejahrawan dan Tokoh PP Ormas Persis), Usep Fathuddien (Rektor Mathlaul Anwar), Mohammad Siddik (Ketua Umum DDII), Sanusi Uwes (Muhammasiyah) dan Ahmad Fauzie Natsir (Putra M Natsir).

Tokoh Jawa Barat Ahmad Najib Qodratullah yang juga Anggota DPR RI Fraksi PAN, mengungkapkam bahwa Mosi Integral ini telah menyatukan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang saat itu terpecah dalam 16 negara bagian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Negara Republik Indonesia dipecah-pecah menjadi beberapa negara bagian kecil yang wilayahnya terbatas hanya di Yogyakarta dan sekitarnya. Negara-negara bagian lainnya, hasil ciptaan Van Mook, antara lain Negara Bagian Pasundan, Negara Bagian Jawa Timur, Negara Bagian Madura, Negara Bagian Sumatera Timur, Negara Bagian Sumatera Selatan, Negara Bagian Indonesia Timur, Negara Bagian Borneo Timur, dan Negara Bagian Dayak Besar," katanya.

Dalam sidang parlemen gabungan negara RI dan RI serikat, ujar Najib, Mohammad Natsir yang sebagai anggota parlemen dari Masyumi, mengajukan mosi kesatuan, yang populer dengan sebutan Mosi Integral Natsir. Mosi inilah, tambah Najib mengantarkan masing-masing negara bagian untuk bersatu kembali ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Pengaruh mosi ini diakui secara umum sangat strategis bagi perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berawal dari mosi ini pula, Indonesia dapat kembali menjadi negara kesatuan yang bulat dan kokoh," ujarnya. (dri)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved