Selasa, 5 Mei 2026

Pesantren Al Kasyaf Tak Memiliki Donatur Tetap, Dana Berasal Dari Dompet Pendiri

Bahkan pesantren yang memiliki 80 santri ini tidak mendapatkan bantuan dana apapun dari pemerintah.

Tayang:
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/SELI ANDINA
Suasana di teras Pesantren Al Kasyaf yang terletak di Komplek Vijaya Kusuma Blok A21-23 Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Jumat (4/8/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tidak seperti lembaga lain yang memiliki donatur tetap, biaya operasional Pesantren Yatim Al Kasyaf yang berdiri sejak 2013 ini lebih banyak diambil dari kantong pendirinya sendiri, Giovani Van Rega (38).

Bahkan pesantren yang memiliki 80 santri ini tidak mendapatkan bantuan dana apapun dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan pendiri pesantren, Giovani Van Rega, ketika ditemui Tribun Jabar di pesantren yang terletak di Komplek Vijaya Kusuma Blok A21-23 Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Jumat (4/8/2017).

Giovani, sapaan akrabnya, mengaku tidak ingin fokus mencari donatur untuk pesantrennya.

Dirinya mengaku selama ini biaya untuk pesantren lebih banyak dikeluarkan dari dompetnya sendiri.

"Kan memang tidak menarik biaya, tidak ada donatur tetap juga. Kalau ada yang memberi ya alhamdulillah," ujar Giovani.


Giovani mengatakan, Pesantren Yatim Al Kasyaf bahkan tidak memiliki tanah sendiri untuk bangunan pesantren.

Hingga saat ini, Pesantren Yatim Al Kasyaf mengontrak sebanyak enam rumah di perumahan Vijaya Kusuma, Cibiru.

Enam rumah tersebut dijadikan gedung belajar dan gedung asrama bagi santri-santri yang tinggal dan menempuh pendidikan di pesantren ini.

"Kami memang tak punya lahan, tapi Rasulullah SAW saja yang rumahnya kecil masih mampu membantu sesama, saya juga ingin seperti itu," ujar Giovani.

Untuk biaya makan sehari-hari, Giovani mengaku dirinya banyak mengeluarkan uang sendiri.

Selain itu banyak juga orang yang menyumbang beras dan uang sekadarnya untuk para santri di pesantren tersebut.

"Kita memang belum banyak dana, tapi untuk makan sampai saat ini tidak pernah kekurangan," ujar Giovani.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved