Berdoa, Bukan Minta Menghapus Rintangan tapi agar Dapat Kekuatan Mengatasinya
Jalan setapak itu memiliki dua sisi, satu sisi jelas dan mulus, sisi lain banyak kayu tumbang dan batu besar merintangi jalan.
TRIBUNJABAR.CO.ID– Dua orang murid menemui guru mereka sebelum melalui hutan.
Guru memberi mereka instruksi untuk mengikuti jalan itu sampai pada akhir kesimpulan, guna persiapan ujian akhir minggu ini.
Jalan setapak itu memiliki dua sisi, satu sisi jelas dan mulus, sisi lain banyak kayu tumbang dan batu besar merintangi jalan.
Seorang murid memilih untuk menghindari rintangan, berlarian mengelilingi dan menempuh jalan termudah sampai akhir. Ia merasa pandai saat menghindarinya tanpa hambatan.
Diisukan Nikah Siri, Vanessa Angel Justru Ancam Didi Mahardika Karena Wanita. Netter: Sadis! https://t.co/5Si6Mnle88 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 2, 2017
Sementara, murid kedua memilih untuk mengatasi hambatan, berjuang melalui setiap tantangan di jalannya.
Murid yang memilih jalan mudah ini selesai lebih dulu dan merasa bangga dengan dirinya sendiri.
“Saya senang karena saya memilih untuk menghindari batu-batu besar dan kayu gelondongan, mereka hanya akan memperlambat saya,” pikirnya pada diri sendiri.
Murid kedua tiba terakhir namun merasa kelelahan dan menyesali jalan yang telah dipilihnya.
Guru itu mengangguk dan tersenyum pada mereka berdua.
Ia meminta agar mereka bergabung dengannya di lokasi tertentu dalam tiga hari.
Ketika mereka tiba, mereka bisa melihat bahwa ada jurang yang lebarnya beberapa meter.
Kedua murid itu melihat guru mereka dan sang guru hanya mengatakan satu kata, “Lompat!”
Murid pertama melihat dari kejauhan dan hatinya runtuh.
Guru menatapnya, “Apa yang salah? Inilah lompatan menuju kebesaran. Segala sesuatu yang telah kau lakukan sampai sekarang seharusnya sudah dipersiapkan untuk saat ini.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wanita-muslimah-tengah-berdoa-siluet_20150625_194133.jpg)