Tak Punya Penghasilan, Nenek Ini Hidup di Rumah Reyot Bersama Ayam dan Kucing
Ia ditemani ayam dan kucing sebagai teman hidup. Bau kotoran ayam dan kucing pun bercampur di dalam rumah itu.
TRIBUNJABAR.CO.ID, SEMARANG- Nenek berusia 75 tahun tinggal sendirian di gubuk tua beralaskan tanah. Namanya Mbah Karsi (75).
Dia tinggal di rumah reyot dari kayu seluas kira-kira 4x5 meter di sebuah perkampungan di Kelurahan Tambrangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Di dalam rumah itu, Mbah Karsi menjalani masa hidupnya sehari-hari sendirian.
Ia ditemani ayam dan kucing sebagai teman hidup. Bau kotoran ayam dan kucing pun bercampur di dalam rumah itu.
Meski demikian, Mbah Karsi merasa tidak risih dengan kondisi tersebut.
Tersangka Pengeroyok Ricko Andrean: Saya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya https://t.co/OtvFvCbWPI via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) August 2, 2017
Bau kotoran tercium sejak tamu berada di depan rumah. Ayam dan kucing bebas keluar masuk rumah.
Di dalam rumah, hanya ada satu kasur kusam yang diletakkan tepat di depan pintu.
Di dalam ruangan itu juga digunakan sebagai dapur. Tungku dari batu bata ditumpuk dijadikan alat masaknya.
Rumah ini juga tidak dilengkapi dengan fasilitas sanitasi. Tidak ada kamar mandi maupun saluran pembuangan air.
"Mpun (sudah) biasa mas. Ya ini ditemani kucing, kucingnya sudah empat. Pitik (ayam)nya sudah habis, sudah pada mati semua," kata Mbah Karsi saat ditemui di rumahnya, Selasa (1/8/2017).
Mbah Karsi tak sanggup memperbaiki rumahnya karena ia tak punya penghasilan.
Untuk menafkahi hidupnya, nenek sebatangkara itu menggantungkan bantuan dari para tetangganya.
Sehari-hari, dia hanya bekerja serabutan mengupas jagung.
Karsini (80), kakak kandung Mbah Karsi, mengatakan, adiknya hidup di gubuk itu sendirian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mbah-karsi_20170802_120918.jpg)