Rabu, 8 April 2026

Ini Curahan Hati Perajin Sepatu CibaduyutTentang Persaingannya dalam Bisnis

Seorang perajin sepatu kulit asal Cibaduyut yang sudah berkecimpung selama 26 tahun mengaku tantangan terberatnya . . .

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Sentra Sepatu Kulit Cibaduyut, Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, Jumat (28/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Seorang perajin sepatu kulit asal Cibaduyut yang sudah berkecimpung selama 26 tahun mengaku tantangan terberatnya adalah perang harga.

"Terkadang ada saja yang tidak memasang harga sama seperti yang lain. Kadang-kadang harganya diturunkan jadi lebih murah dari harga aslinya," ujar perajin yang enggan disebutkan namanya kepada Tribun Jabar, Jumat (28/7/2017), di Cibaduyut, Bandung.


Perang harga tersebut, menurutnya adalah persaingan usaha yang tidak sehat.

Jika ikut menurunkan harga, ia mengaku kesulitan untuk membayar upah pegawainya.

Untuk menyiasati persaingan usaha yang semakin ketat tersebut, perajin itu akhirnya mengubah cara penjualannya.


Sekarang, perajin itu mulai menerima pemesanan partai kecil.

Bahkan, pesanan dari perorangan pun ia terima.

Selama 26 tahun menjadi perajin di Cibaduyut, pengusaha tersebut mengaku usahanya paling maju pada tahun 90-an. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved