Ini Curahan Hati Perajin Sepatu CibaduyutTentang Persaingannya dalam Bisnis
Seorang perajin sepatu kulit asal Cibaduyut yang sudah berkecimpung selama 26 tahun mengaku tantangan terberatnya . . .
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Seorang perajin sepatu kulit asal Cibaduyut yang sudah berkecimpung selama 26 tahun mengaku tantangan terberatnya adalah perang harga.
"Terkadang ada saja yang tidak memasang harga sama seperti yang lain. Kadang-kadang harganya diturunkan jadi lebih murah dari harga aslinya," ujar perajin yang enggan disebutkan namanya kepada Tribun Jabar, Jumat (28/7/2017), di Cibaduyut, Bandung.
Ternyata Ini Rahasia Kecantikan Nisya, Adik Raffi Ahmad yang Mempesona https://t.co/tbCDK030wX via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 30, 2017
Perang harga tersebut, menurutnya adalah persaingan usaha yang tidak sehat.
Jika ikut menurunkan harga, ia mengaku kesulitan untuk membayar upah pegawainya.
Untuk menyiasati persaingan usaha yang semakin ketat tersebut, perajin itu akhirnya mengubah cara penjualannya.
Tak Biasa, Inilah 5 Gangster Wanita Paling Berbahaya di Dunia, Nomor 5 Gak Nyangka! https://t.co/4qdbfL5tdM via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) July 30, 2017
Sekarang, perajin itu mulai menerima pemesanan partai kecil.
Bahkan, pesanan dari perorangan pun ia terima.
Selama 26 tahun menjadi perajin di Cibaduyut, pengusaha tersebut mengaku usahanya paling maju pada tahun 90-an. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sentra-sepatu-kulit-cibaduyut-bandung_20170728_193836.jpg)